A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Cara Remedial yang benar - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Banjarmasin Post

Cara Remedial yang benar

Kamis, 26 Januari 2012 01:55 WITA

A ZAKI YAMANI
zhakieahmad.blogspot.com

BEBERAPA hari lalu, sekolah saya mengadakan ulangan tengah semester, nah di ulangan tersebut tentu kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakannya.

Setelah ulangan, kami tak sabar menanti hasil yang kami dapatkan, dan tentu saja ada mata pelajaran yang remedial, hahaha kimia adalah mata pelajaran yang jadi langganan saya untuk remedial, tidak tau mengapa padahal saya sudah belajar dengan sungguh-sungguh baik sehari sebelum ulangan ataupun di hari-hari sebelumnya.

Saya tidak tau pasti berapa nilai yang saya dapatkan, karena tidak diberi tahu oleh guru yang bersangkutan, tetapi pastinya, saya remed. Memang dikelas saya bukan hanya saya saja yang remedial, 90% murid di kelas saya remed semua, sangat ironi.

Saya sangat bingung dengan hal ini, apakah kami yang salah atau cara mengajar gurunya yang perlu dibenarkan. Kadang saya berpikir teman saya yang pintarnya kebangetan saja sampai remedial, lalu bagaimana dengan saya? Allahualam

Saya pun mengkuti remedial di kelas saya, walaupun sebenarnya tidak diberitahukan bahwa ini remedial atau bukan tetapi yang pasti kami disuruh mengerjakan kembali soal ulangan yang diberikan pada saat uts dan menulisnya di kertas polio. Guru saya hanya berkeliling-keliling di sekitar kami dan memperhatikan pekerjaan kami

Beberapa soal memang ada yang membuat saya benar-benar kebingungan, saya bolak-balik buku saya yang full English itu, tak ada harapan, saya tetap tidak mengerti. Ketika saya bertanya kepada gurunya pun dia hanya tersenyum dan ngangguk-ngangguk. Saya agak sedikit kecewa.

Kenapa? Ya menurut saya, sekali lagi ya ini menurut saya lo, seharusnya ketika seorang murid tersebut remedial maka gurunya harus mengadakan 4 mata dengan murid-murid tersebut, tanyakan apa yang tidak bisa kemudian jelaskan kembali dan buat murid-murid tersebut mengerti, jika sudah mengerti barulah beri dia soal kembali.

Jangan buat dia makin tambah bingung dengan pelajaran selanjutnya sebelum dia mengerti tentang bab-bab sebelumnya

Saya di sini bukan untuk menuntut atau minta apapun, saya hanya ingin mengungkapkan apa yang kami rasakan sebagai murid yang tentu saja berpanutan terhadap para guru dan terakhir saya hanya ingin bilang

“Paaaaak kami gak ngerti...” (*)

Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas