A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

China Protes Tentang Pembantaian di Nanjing - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Banjarmasin Post

China Protes Tentang Pembantaian di Nanjing

Kamis, 23 Februari 2012 11:00 WITA
China Protes Tentang Pembantaian di Nanjing
net
Pembunuhan massal di Nanjing tahun 1937.
BANJARMASINPOST.CO.ID - China menyampaikan protes resmi ke Jepang setelah salah seorang walikota di Jepang membantah pasukan Jepang melakukan pembunuhan massal di Nanjing tahun 1937.

"Dalam bantahan atas pembunuhan massal oleh walikota Nagoya, China sudah mengungkapkan posisi yang sungguh-sungguh dan menyampaikan keluhan yang serius kepada Jepang," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dikutip kantor berita AFP.

Protes disampaikan Rabu 22 Februari itu menanggapi pernyataan walikota Nagoya, Takashi Kawamura, saat bertemu dengan delegasi pemerintah kota Nanjing yang berkunjung ke Nagoya, Senin awal pekan.

Dalam pertemuan itu, dia mengatakan tidak terjadi pembunuhan massal maupun pemerkosaan namun perang konvensional. Namun pemerintah China berpendapat sebanyak 300.000 orang tewas dalam pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pengrusakan kota Nanjing.

Beberapa sejarawan di Jepang mempertanyakan jumlah korban di Nanjing, dengan memperkirakan angkanya antara 20.000 hingga 200.000.

Tidak bergeming

Tragedi Nanjing hingga saat ini masih terus membayang-bayangi hubungan kedua negara. Tahun 2005, serangkaian unjuk rasa marak di China ketika Perdana Menteri Jepang, Junchiro Koizumi berkunjung ke kuil Yasukuni, yang dianggap pemerintah China dan negara Asia lain sebagai lambang penghormatan kepada para penjahat perang.

Bagaimanapun Kawamura tidak bergeming walau komentarnya memicu kontroversi. "Karena ketidaksepakatan tentang insiden ini seperti duri dalam tenggorokan, saya mengusulkan untuk melakukan perdebatan tentang hal itu," tuturnya.

Dia menambahkan tidak keberatan untuk berkunjung langsung ke Nanjing guna menjelaskan posisinya. "Saya berharap untuk meneruskan pertukaran yang bersahabat antara Nagoya dan Nanjing," tambahnya.

Nagoya dan Nanjing mencapai kesepakatan sebagai kota kembar sejak tahun 1978.
Editor: Didik
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4073 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas