Buruh Meninggal karena Sempat Ditolak Masuk RS

Kisah ironi di dunia medis kembali terjadi. Gara-gara ditolak masuk ke rumah sakit lantaran sakit keras

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kisah ironi di dunia medis kembali terjadi. Gara-gara ditolak masuk ke rumah sakit lantaran sakit keras dan tidak memiliki uang, seorang pasien harus meregang nyawa.

Peristiwa tragis itu menimpa keluarga Bawit yang juga pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia(KSPSI). Sang ibu bernama Hamsah akhirnya meninggal dunia setelah terlambat mendapat penanganan medis.

Hamsah sejak Kamis (23/2/2012) sudah dalam keadaan sakit keras. Keluarga bermaksud membawa Hamsah ke rumah sakit agar segera ditangani.

Namun, beberapa rumah sakit di kawasan Bogor, Jawa Barat menolak kedatangan Hamsah dengan alasan tidak ada kamar pasien yang tersedia.

"Sejak Kamis pagi dalam posisi koma, almarhumah dibawa naik angkot keliling dari RS Marzuki Mahdi, RS PMI, RS. Karya bakti, RS Salak dan RS Islam. Di RS PMI, RS Karya Bakti dan RS Salak, almarhumah tidak diterima dengan alasan tidak ada kamar,"ujar salah seorang Aktivis Buruh, Timboel Siregar kepada Tribunnews.com, Sabtu(25/2/2012).

Ketika itu, kata Timboel pihak Askes yang melindungi almarhumah dari segi kesehatan dituding tidak peduli dan membiarkan Hamsah di dalam mobil.

Penderitaan Hamsah tidak berhenti sampai di situ,ketika berada di RS Islam, pihak rumah sakit meminta uang tanda jadi akan dirawat sebesar Rp 6 Juta Rupiah, karena uang tidak mencukupi akhirnya Hamsah dibawa pulang ke rumah kembali.

"Di RS Islam, almarhumah dimintai Rp 6 juta dan karena tidak ada uang maka dalam kondisi koma almarhumah dibawa pulang,"jelasnya.

Almarhumah Hamsah baru mendapat penanganan pada keesokan harinya. Pihak Askes kemudian membawa ke RS Ciawi dan sempat mendapatkan perawatan.

Sayang, nyawa Hamsah tidak tertolong. Hamsah akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu(25/2/2012) pukul 05.20 WIB.

Atas kejadian itulah, Timboel beserta para aktivis buruh lainnya meminta pihak Askes bertanggung jawab atas meninggalnya Hamsah. Pasalnya, kasus-kasus serupa kata Timboel kerap ditemui.

"Askes semakin tidak profesional. Bapak sebagai Dirut harus bertanggungjawab dan menyatakan maaf di depan publik dan segera mengundurkan diri,"tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tribunnews.com belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari pihak Askes.

Editor: Edi Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help