A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Kalsel dan Kalteng Koordinasi Atasi Pencemaran Sungai - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Banjarmasin Post

Kalsel dan Kalteng Koordinasi Atasi Pencemaran Sungai

Selasa, 28 Februari 2012 21:47 WITA
Kalsel dan Kalteng Koordinasi Atasi Pencemaran Sungai
flickr
Sungai Barito
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah melakukan koordinasi untuk mengatasi pencemaran sungai akibat logam berat yang dinilai membahayakan masyarakat.

Kepala Bidang Pengendalian Ruang dan Sumber Daya Alam Pusat Pengendalian Ekoregion (PPE) Kalimantan pada Kementerian Lingkungan Hidup Rafiddin Rizal di Banjarmasin, Selasa (28/2/2012) mengatakan, pencemaran sungai Barito tidak bisa diatasi oleh satu provinsi atau satu bidang saja.

"Perlu sinergisitas antara kedua wilayah dan beberapa bidang terkait untuk mengatasi pencemaran sungai Barito," katanya.

Dari informasi, kata dia, kedua provinsi telah membentuk tim pengendalian pencemaran tersebut, namun hasilnya hingga kini belum didapat.

Menurut dia, secara detail pihaknya belum melakukan analisa terhadap masalah pencemaran sungai Barito, namun secara global penanganan perbaikan kondisi sungai harus dilakukan dari hulu hingga hilir.

"Perlu kerjasama terus menerus antara dinas dan instansi terkait pada masing-masing provinsi, misalnya perlu penanaman di sekitar hulu DAS Barito, maka koordinasi dilakukan dengan dinas kehutanan, begitu juga dengan dinas-dinas lainnya yang terkait," katanya.     

Sebelumnya, untuk menanggulangi pencemaran dan ancaman kerugian akibat kerusakan lingkungan ini, BLHD Kalsel telah mengusulkan dibentuknya Badan Otoritas Pengelolaan DAS Barito.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalsel Rakhmadi Kurdi, mengatakan, melalui badan otoritas pengelolaan DAS Barito tersebut diharapkan berbagai persoalan yang terjadi di sungai Barito bisa diselesaikan dengan lebih intensif.

Keberadaan badan otoritas tersebut, kata dia, sangat penting karena hulu Sungai Barito berada di Kalimantan Tengah dan muaranya ada di Kalsel.

Selain pencemaran akibat logam berat, sungai Barito juga tercemar bakteri ecoli yang cukup tinggi.

"Kalau pencemaran bakteri ecoli sudah sulit dihitung," katanya.

Pencemaran tersebut, juga menyebabkan terus menurunnya kualitas air sungai sehingga mengancam ketersediaan air baku bagi PDAM.

Selain itu pada saat kemarau, air sungai mengalami interusi air laut sehingga air yang dikonsumsi warga terasa asin. Kadar garam pada air baku yang berasal dari sungai mencapai 5.000 mg/liter, jauh diatas ambang batas 250 mg/liter.
Editor: Dheny
Sumber: Antara News
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
4486 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas