Sabtu, 1 Agustus 2015

Dunia Malam Pintu Masuk Maksiat

Jumat, 23 Maret 2012 02:13

Tidak sedikit pula para clubbers (sebutan orang yang suka clubbing) berasal dari berbagai macam tingkatan sosial mulai dari tukang parkir, buruh, eksekutif, oknum kepolisian dan TNI, PNS, pedagang, sampai ibu-ibu, remaja sampai kakek kakek.

Walaupun hiburan ini identik dengan biaya yang relatif mahal, banyak juga para pelajar dan mahasiswa yang menyukainya sebagai pelepas rasa jenuh mereka, meski mereka tahu bahwa kondisi keuangan seringkali pas-pasan.

Namun karena mereka sudah merasa ketagihan dan sangat menikmati hiburan ini sebagai gaya hidup, maka cara apapun mereka lakukan. Banjarmasin adalah kota yang dikenal dengan banyaknya para ustad dan ulama, tetapi terkenal juga dengan jumlah pemakai narkoba terbesar di Indonesia.

Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak muda yang suka pergi dugem ke diskotik dan memakai narkoba?     

Pertama, harus ada kemauan dari orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman. Kondisi yang tidak harmonis di keluarga akan menyebabkan anak mencari tempat hiburan malam untuk menghilangkan kegalauan hatinya.

Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya seorang muslim itu dengan budi pekertinya yang baik dapat mengejar derajat orang yang selalu berpuasa dan salat malam.

Orangtua sebaiknya memiliki kesantunan perkataan dan perbuatan. Santun dalam perkataan adalah senantiasa mengucapkan hal-hal yang baik saja, lembut, merendahkan suaranya. Sedangkan santun dalam perbuatan seperti suka menolong orang lain dan memberikan contoh yang baik.

Halaman123
Editor: M Fadli Setia Rahman
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas