A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Dunia Malam Pintu Masuk Maksiat - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Banjarmasin Post

Dunia Malam Pintu Masuk Maksiat

Jumat, 23 Maret 2012 02:13 WITA
Oleh: H Gusti Makmur Lc MFiL I, Sekretaris Forum Silaturrahim Alumni Al-Azhar Mesir Kalsel

Sekarang dugem menjadi salah satu gaya hidup masyarakat di perkotaan, khususnya para penikmat dunia malam,  bahkan mereka mengalokasikan dana khusus untuk hal yang mereka sebut untuk menghilangkan kejenuhan.

Tidak sedikit pula para clubbers (sebutan orang yang suka clubbing) berasal dari berbagai macam tingkatan sosial mulai dari tukang parkir, buruh, eksekutif, oknum kepolisian dan TNI, PNS, pedagang, sampai ibu-ibu, remaja sampai kakek kakek.

Walaupun hiburan ini identik dengan biaya yang relatif mahal, banyak juga para pelajar dan mahasiswa yang menyukainya sebagai pelepas rasa jenuh mereka, meski mereka tahu bahwa kondisi keuangan seringkali pas-pasan.

Namun karena mereka sudah merasa ketagihan dan sangat menikmati hiburan ini sebagai gaya hidup, maka cara apapun mereka lakukan. Banjarmasin adalah kota yang dikenal dengan banyaknya para ustad dan ulama, tetapi terkenal juga dengan jumlah pemakai narkoba terbesar di Indonesia.

Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kebiasaan anak muda yang suka pergi dugem ke diskotik dan memakai narkoba?     

Pertama, harus ada kemauan dari orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif dan nyaman. Kondisi yang tidak harmonis di keluarga akan menyebabkan anak mencari tempat hiburan malam untuk menghilangkan kegalauan hatinya.

Rasulullah SAW bersabda, sesungguhnya seorang muslim itu dengan budi pekertinya yang baik dapat mengejar derajat orang yang selalu berpuasa dan salat malam.

Orangtua sebaiknya memiliki kesantunan perkataan dan perbuatan. Santun dalam perkataan adalah senantiasa mengucapkan hal-hal yang baik saja, lembut, merendahkan suaranya. Sedangkan santun dalam perbuatan seperti suka menolong orang lain dan memberikan contoh yang baik.

Melalui kesantunan maka orangtua akan mendidik dan menurunkan sifat penyayang kepada anaknya. Bahkan kesantunan yang dimiliki ibu sejak masih mengandung, hal ini Insya Allah dapat melahirkan anak-anak yang santun baik perkataan maupun perbuatan.

Kedua, perhatian serta tanggung jawab sebagai orangtua mutlak diperlukan. Rasulullah bersabda, kamu semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Suami adalah pemimpin di dalam keluarganya dan akan diminta pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya. Istri adalah adalah pemimpin di dalam rumah suaminya dan akan dimintapertanggungjawaban tentang kepemimpinannya.

Tanggung jawab orangtua terhadap pendidikan anak yaitu memperhatikan kebutuhan anak dalam mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Tanggung jawab dunia seperti memberikan pendidikan dan menyekolahkan anak sampai mereka bisa bekerja dan mandiri.

Sedangkan tanggung jawab akhirat seperti memenuhi kebutuhan spiritual anak, agar jiwa anak tidak hampa, mengajarkan nilai-nilai keislaman, dan memberikan pendidikan yang berkarakter. Kurang bertanggung jawab orang tua dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya bisa mengakibatkan masalah kenakalan anak.

Anak menjadi nakal karena merasa kurang diperhatikan oleh kedua orangtuanya yang sibuk hanya memperhatikan kebutuhan ekonomi saja, bukanlah orang tua yang sudah bertanggung jawab. Membiarkan anak keluyuran di luar rumah pada tengah malam adalah peluang bagi anak untuk mencoba memasuki dunia hiburan malam seperti diskotek.

Ketiga, adanya kerjasama pengawasan yang ketat dan tindakan yang nyata dari pemerintah setempat, seperti gubernur, wali kota para anggota legislatif serta para penegak hukum, untuk menindak tegas para anak muda yang di bawah umur ikut masuk diskotek.

Melakukan razia KTP setiap malam bagi pengunjung tempat hiburan malam, dan mengekspos berita kepada masyarakat para pemakai narkoba yang ditangkap sebagai pelajaran bagi anak muda.

Dengan masuknya Kota Banjarmasin sebagai rangking pertama dalam peredaran narkoba, membuktikan kinerja aparat hukum di daerah ini masih belum optimal menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom masyarakat.

Banjarmasin yang dikenal daerah agamis, tentu saja sangat mudah untuk lebih memperketat pesan yang harus disampaikan dalam memerangi narkoba. Aparat yang mengetahui jaringan narkoba, sebenarnya jika lebih serius akan mudah memotong mata rantai narkoba, karena bagaimanapun juga Kalsel merupakan pintu transit untuk bisa menuju wilayah Kalimantan lainnya.

Keempat, menyebarluaskan bahaya yang ditimbulkan pemakai narkoba, bahan atau zat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik diminum, dihirup atau disuntikkan, yang digunakan terus menerus atau melebihi takaran yang ditentukan, akan mengakibatkan kecanduan.

Kecanduan mengkonsumsi narkoba mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, terjadi kerusakan pada sistem syaraf pusat dan organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Gangguan pada syaraf seperti kejang-kejang dan sering berhalusinasi, sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, pengecilan hati dan sulit tidur.

Adapun dampak psikis pecandu narkoba terlihat seperti sering gelisah, sulit berkonsentrasi, perasaan tidak aman, gangguan mental, dikucilkan oleh lingkungan, menjadi beban keluarga, pendidikan terganggu dan masa depan suram.

Gangguan psikologis akan mendorong anak suka berbohong kepada orangtua, mencuri, memfitnah, dan pemarah.

Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka akan suram bahkan hancur masa depannya.
Editor: Sudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
6219 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas