Dituduh Remas Dada Siswa, Guru MTsN Ditangkap

BANJARMASINPOST.CO.ID, CIREBON - Oknum guru sebuah MTsN di Kota Cirebon, AM (47) akhirnya ditahan Kepolisian Resor Cirebon Kota. AM ditangkap Rabu (28/3/2012) pagi di rumahnya, daerah Pangarengan, Kabupaten Cirebon.
Saat ditangkap, AM tidak melakukan perlawanan. Dia mengikuti saja ajakan petugas polisi yang memintanya ikut ke Markas Kepolisian Resor
Cirebon Kota di Jalan Veteran, Kota Cirebon.
Kepala Kepolisian Resor Cirebon Kota, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminal, Ajun Komisaris
Didik Purwanto, mengatakan penangkapan terhadap AM dilakukan atas adanya laporan dari orangtua siswa di sekolah tempat AM mengajar, Minggu (25/3/2012). Kepada polisi, orangtua siswa itu mengatakan jika
anaknya telah dilecehkan oleh AM akhir Januari 2012.
"Kami tangkap tersangka tadi pagi di rumahnya," kata Didik di Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota, Rabu (28/3/2012) siang.
Menurut Didik, kepada polisi AM mengatakan dirinya dekat dengan korban. Dia sering menerima curhatan korban, bilamana korban menuai masalah. Sementara AM tercatat sudah menduda sejak empat tahun lalu,
setelah istrinya meninggal dunia.
Atas perbuatannya, AM dijerat pasal berlapis. Dia dikenai Undang-undang perlindungan anak dan pasal pencabulan. Untuk sementara ini, AM akan ditahan di Markas Kepolisian Resor Cirebon Kota.
Ditemui saat diperiksa, AM mengatakan jika apa yang dilakukannya tidak seheboh yang diberitakan media. Menurutnya, dia hanya memeluk korban dari belakang.
"Tuduhan saya meremas dada dan mencium tidak benar, apalagi disebut berbuat cabul. Tapi memang saya akui, saya bersalah telah menempelkan tangan ke bahu dia dari belakang, sehingga disalahartikan oleh siswa tersebut," kata pria beranak tiga ini, Rabu siang kemarin.
AM dilaporkan ke polisi oleh orangtua siswa, Kad (60), akhir pekan lalu. AM dituduh telah melakukan perbuatan asusila terhadap anak Kad, sebut saja Bunga (16).
Perbuatan itu terjadi 25 Januari 2012 sekitar pukul 13.00 di Ruang OSIS sekolahnya. Ketika itu, Bunga diminta AM mengambil buku di Ruang OSIS. Namun ketika berada di ruangan tersebut, tiba-tiba datang AM dan memeluk Bunga dari belakang.
Bukan itu saja, AM dituding meremas bagian sensitif Bunga. Bahkan AM dilaporkan mencium pipi dan bibir Bunga. AM juga dilaporkan berupaya membuka baju yang dikenakan Bunga namun gagal karena Bunga berontak dan kabur dari Ruang OSIS.


