Hak Pejalan Kaki yang Dinomorduakan
Jadi Korban Pedagang Kaki Lima
Oleh: Faisal Rahman
Mahasiswa Unlam
MASALAH jalan kaki, angkutan umum dan kemacetan mempunyai keterkaitan yang erat. Solusi yang paling ampuh bagi kemacetan adalah keberadaan sistem angkutan umum yang baik dan nyaman serta dapat meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi.
Selanjutnya, harus ada fasilitas yang menjamin pengguna angkutan umum ke tempat tujuannya dengan berjalan kaki. Maka, fasilitas pejalan kaki harus dinomorsatukan.
Namun di Banjarmasin, pejalan kaki masih belum difasilitasi dengan baik. Ini terbukti dengan dari kurang optimalnya fungsi trotoar, dari rusaknya badan trotoar sampai alih fungsi oleh pedagang kaki lima.
Keberadaan pedagang kaki lima ini malah membuat titik kemacetan baru, seperti terlihat di sekitar Jalan A Yani km 4, di mana badan jalan digerogoti oleh lokasi parkir kendaraan pelanggan.
Jadi ada baiknya trotoar yang berpihak untuk pejalan kaki seperti di beberapa ruas Jalan Lambung Mangkurat dan depan kantor PDAM harus diperbanyak. (*)

