Lakukan Pelecehan Seksual, Kepala Sekolah Diadukan ke DPRD

Senin, 16 April 2012 | 20:10 Wita A- A A+ Dibaca: 2678 kali
Ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg
Ilustrasi pelecehan seksual(net)

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Lima orangtua siswi korban pelecehan seksual mendatangi DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah untuk meminta dukungan penyelesaian kasus yang menimpa putri mereka.
     
"Kedatangan kami ke DPRD selain meminta dukungan juga untuk menceritakan yang sebenarnya sekaligus menyerahkan data kronologis kejadian yang sebenarnya," kata salah seorang orang tua korban,
Salapudin Noor di Sampit, Senin (16/4/2012).

Kelima orang tua korban pelecehan seksual yang mendatangi DPRD Kabupaten Kotim tersebut adalah Salapundin Noor, Ikhram, Singgih, Sulastri dan Hidayah.

Kejadian pelecehan seksual itu berlangsung dua bulan yang lalu dan baru diketahui para orang tua karena putri mereka baru sekarang bercerita, sebelumnya korban tidak pernah bercerita karena takut diancam pelaku.

Berdasarkan pengakuan korban, pelakunya adalah Kepala Sekolah (Kasek) Madarasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Sampit, berinisial KP,tempat korban sekolah.

Perbuatan asusila tersebut dilakukan pelaku diruang kerjanya, yakni dengan meraba kemaluan korban.

Kelima siswi kelas IX yang menjadi korban pelecehan Kasek tersebut berinisial, LI (14), AN (14), NV (14), YN (14) dan L (14).

Sebetulnya siswi yang menjadi korban pelecehan seksual Kasek lebih dari lima dan bahkan jumlahnya mencapai puluhan, namun hanya kelima orangtua itu saja yang berani melaporkan kasus tersebut ke
polisi.

Menurut Salapundin, kasus tersebut sudah dilaporkan ke aparat kepolisian dan saat ini sedang proses.

"Kami berharap pelaku dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kasek MTsN Sampit dan proses hukum segera dilaksanakan," katanya.

Para orangtua korban menyatakan siap memberikan keterangan terkait kasus yang menimpa putrinya, mereka juga meminta aparat kepolisian dapat bertindak cepat dan tegas serta menjatuhi hukuman
yang seberat-beratnya.

Ketua DPRD Kabupaten Kotim, Jhon Krisli mengaku prihatin terhadap kasus yang menimpa kelima siswi MTsN tersebut.

  • Editor: Syamsudin
  • Sumber: Antara News
  • Jalan Sehat Bersama Suaka Ananda

    Polling