SBY Kembali tak Undang Menteri dari PKS Rapat

Susilo Bambang Yudhoyono
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali tak mengundang menteri dari Partai Keadalian Sejahtera (PKS) saat rapat penting di Istana Bogor Jawa Barat, Senin (16/4/2012).
Rapat tertutup untuk pers itu diawali dengan sarapan pagi (breakfast) bersama para menteri yang hadir.
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrian Pasha menjelaskan, hadir dalam rapat antara lain Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menko Kesra Agung Laksono.
Rapat membahas tiga hal yakni penanganan pascagempa bumi di Aceh, penyusunan kembali program-program pembangunan terkait UU APBN P 2012, dan pengelolaan kegiatan dalam rangka hari buruh sedunia 1 Mei mendatang.
Beberapa menteri terkait diundang. Antara lain, Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar. Rapat yang juga membahas APBN-P, Menteri Keuangan Agus Martowardojo hadir.
Soal penanganan bencana, diundang Kepala Badan Nasional Penanaganan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif dan Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Sri Woro Harijono.
Namun Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Al Jufri tidak hadir. Padahal (Mensos) terkait dengan penanganan pascagempa.
Julian kepada pers mengakui Mensos tidak diundang hadir dalam rapat itu. "Memang tidak diundang," kata Julian usai rapat.
Menurut dia ketidakhadiran Mensos diwakilkan kepada Agung Laksono selaku Menko Kesra.
"Itu semua kepada Presiden dilaporkan oleh Menko. Apa yang sudah menjadi langkah aksi, rencana kerja, Bidang dan instansi dan kementerian terkait," ujarnya.
Menteri dari PKS dalam beberapa hari terakhir mendapat sorotan setelah PKS berbeda pendapat dengan koalisi mengenai kenaikan harga BBM dalam rapat paripurna DPR beberapa waktu lalu.
Dugaan kemudian muncul para menteri dari PKS akan didepak dari koalisi. Namun, soal reshuffle kabinet, Julian mengaku belum mendapat informasi.
"Belum ada informasi kemungkinan reshuffle atau tidak," ujarnya.


