Ekspedisi Khatulistiwa
Ekspedisi Khatulistiwa Temukan Satwa Langka di Meratus

BANJARMASINPOST.CO.ID,BARABAI - Tim Ekspedisi Khatulistiwa yang menjelajahi Pegungunan Meratus di Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah, mengakui pegunungan Meratus di Kecamatan Hantakan, kaya flora dan fauna.
Selama seminggu menelusuri Gunung Tindihan, peneliti flora dan fauna Abdul Haris Mustari menemukan sejumlah satwa liar unik yang diyakininya belum ditemukan di daerah lain di luar Kalimantan.
Satwa liar dan unik berupa ular, burung, kodok, dan tokek hingga iguana tersebut dia temukan sejak 11 hingga 17 April 2012.
Ditemui di Posko Taktis, di Desa Murung B, Hantakan, Selasa (17/4/2012, dosen jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB, khusus Ekologi Satwa Liar tersebut baru saja turun gunung.
“Saya yakin masih banyak satwa dan tanaman langka lainnya yang belum pernah ditemukan. Makanya saya tunda dulu pulang ke Bogor, mau ikut rombongan kedua ke Desa Juhu,” kata Haris penuh semangat ketika memperlihatkan foto-foto binatang dan tumbuhan yang berhasil ditemukannya.
Komandan Sub Korwil wilayah HST, Tim Ekspedisi Khatulistiwa, Mayor Ardian Tri Wasana menjelaskan, rombongan pertama memulai penjelajahan dari Dusun Kundan, Balai Miulan, Haruyan Dayak.
Selanjutnya ke Balai Tamburasak, dan Macatur dengan jarak tempuh antarbalai 4-5 jam. Posisi terakhir hingga kemarin, tim masih berada di Balai Macatur. Gunung Tindihan, wilayahnya melewati balai-balai tersebut.
Rencananya, mereka berada di sana selama tiga minggu ke depan dengan menginap di rumah-rumah balai. Rombongan tahap kedua kemarin sudah berada di desa Hinas Kiri, dan rencananya hari ini melanjutkan perjalanan berjalan kaki ke desa Juhu, daerah pegunungan di Batangalai Timur.


