BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Komunitas penjual pulsa elektronik di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah menaikkan harga penjualan pulsa untuk semua jenis operator seluler  sebesar Rp 1.000. Alasannya, kenaikan tersebut mengikuti harga kebutuhan pokok yang sudah duluan naik, menyusul isu kenaikan harga bahan bakar minyak beberapa waktu lalu.
           
Meri, anggota komunitas menuturkan, keputusan tersebut sudah menjadi keputusan bersama,  yang berlaku sejak 19 April 2012 lalu. “Karena kesepakatan, yang kami harus mengikutinya,”jelas Meri. Setelah kenaikkan itu, para penjual pulsa yang biasanya menaikkan Rp 1.000 dari nilai isi ulang, menjadi Rp 2.000.
            Misalnya, untuk isi ulang Rp 10 ribu, menjadi Rp 12.000. Begitu pula untuk isi ulang Rp 50 ribu atau 100 ribu. Meski demikian, kenaikan itu tidak berlaku untuk isi ulang voucer fisik.
Untuk penjualan elektronik, jelas Meri, berbeda karena  pembelinya sistem kepercayaan. Kadang pelanggan diisikan atau dikirimi  dulu pulsanya, bayarnya belakangan.

“Untuk menagihnya, kamilah yang mendatangi pelanggan. Jadi wajar harganya sedikit lebih mahal, karena kami melayani. Pelanggan yang berada di mana saja, tak perlu repot mencari kios pulsa,”kata Meri mengaku berusaha melayani kebutuhan pulsa pelanggan selama 24 jam.