Berburu Panah Khas Dayak
DAYAK, suku asli di Pulau Kalimantan termasuk Kalsel, memiliki banyak kekayaan. Mulai dari keahlian meramu beragam herbal untuk
Tayang:
Penulis: Restudia | Editor: Dheny Irwan Saputra
DAYAK, suku asli di Pulau Kalimantan termasuk Kalsel, memiliki banyak kekayaan. Mulai dari keahlian meramu beragam herbal untuk pengobatan, hingga peralatan berbahan alami yang di zaman sekarang bisa dijadikan sebagai suvenir.
Suvenir khas Dayak tak hanya mandau, tameng atau taliwang, minyak pijat, gelas dari kayu gaharu dan seluang belum, tapi ada juga berupa panah. Dulu, panah dijadikan senjata berburu di hutan untuk mendapatkan daging hewan sebagai santapan.
Untuk berburu, mereka memerlukan panah, busur dan anak panahnya. Biasanya, panah khas Dayak ini juga dilengkapi dengan hiasan berupa ukiran khas Dayak yang menggambarkan ritual tertentu.
Demikian pula dengan suvenir ini, panah khas Dayak dilengkapi dengan ukiran-ukiran halus dan rapi. Sangat menarik dijadikan pajangan di dinding rumah, kantor, atau hunian lainnya.
“Busur dan anak panahnya dari bambu. Kalau ukiran kepala di tengah busurnya, itu dari kayu ulin,” kata Tommy, penjual suvenir ini dari Toko Prana Jaya, Jalan Hasanuddin HM nomor 17, Banjarmasin.
Anak panah yang berbahan bambu, tampak mengilap dan dicat warna hitam. Ujungnya runcing dan tajam. Jumlahnya 20 bilah.
Menurut Tommy, panah Dayak tersebut bisa dibongkar pasang sehingga memudahkan pembeli membawanya pulang. Kalau akan dipajang di dinding, dirakit dulu bagian-bagiannya.
Anak panah-anak panah dipasang satu per satu di bagian belakang busurnya. Ada sebuah tempat khusus untuk menaruh anak panah itu ketika hendak dipajang.
Tampilannya juga diperindah dengan cat warna-warna kontras macam merah dan kuning cerah, sementara cat dasarnya hitam. Selain ukiran, warna-warna kontras ini juga membuat panah Dayak tampak antik dan apik.
Bagi yang senang berburu, panah Dayak ini juga bisa digunakan karena ujung anak panahnya tajam dan runcing.
“Tak hanya buat oleh-oleh, mau dipakai pemburu juga bisa. Satu set panah Dayak ini seharga Rp 185 ribu. Bagi yang tak suka berwarna-warni, kami juga menjual yang polos,” pungkas Tommy. (*)