Evakuasi Sukhoi

Black Box Ditemukan Dalam Timbunan Tanah

Rabu, 16 Mei 2012 | 05:36 Wita A- A A+ Dibaca: 615 kali

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: imagecreatefromjpeg(http://banjarmasin.tribunnews.com/foto/bank/images/Lettu-Inf-Taufik-Akbar.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found

Filename: helpers/images_helper.php

Line Number: 355

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: width

Filename: helpers/images_helper.php

Line Number: 365

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: height

Filename: helpers/images_helper.php

Line Number: 365

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: width

Filename: helpers/images_helper.php

Line Number: 365

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: width

Filename: helpers/images_helper.php

Line Number: 367

Lettu-Inf-Taufik-Akbar.jpg
Lettu Inf Taufik Akbar(TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI)

BANJARMASINPOST.CO.ID, BOGOR - Bagi Letnan Satu Infantri Taufik Akbar, tanggal 15 Mei 2012 menjadi hari bersejarah baginya.

Itu setelah ia berhasil menemukan black box pesawat Sukhoi Superjet (SSJ) 100, yang jatuh di Tebing Manik, Gunung Salak, Bogor pada 9 Mei 2012. Taufik sengaja diturunkan Kopassus untuk mencari kotak hitam pesawat nahas buatan Rusia.

Bersama Letnan Satu Incas Yunus, Sertu Diding, Serda Ahmad Baso, dan Serda Chairil, Taufik diturunkan ke lokasi evakuasi Puncak Salak Satu, menggunakan helikopter.

Setelah itu, mereka langsung bekerja menyusuri tebing, untuk mencari barang yang sangat dicari-cari tersebut.

"Sebenarnya, dari puncak salak ke tebing tempat pesawat jatuh, medannya cukup curam. Namun, kami ada tali, jadi menggunakan tali," ungkap Taufik di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Selasa (15/5/2012).

Tapi, untuk mencapai tebing tempat ekor pesawat berada, menurut Taufik harus dilengkapi dengan perlengkapan yang matang dan keterampilan khusus.

"Tebing kemiringannya 80 sampai 90 derajat, sehingga dibutuhkan tali dan kemampuan untuk menuruni tebing," tuturnya.

Sebelum menemukan black box, tim Taufik sempat menemukan barang yang diduga black box, karena warnanya kuning. Namun, ternyata itu hanya Emergency Locator Transmitter (ELT).

Kemudian, Taufik melakukan pencarian lebih pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, ia bersama empat rekannya, dan dibantu dua anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), melakukan pencarian black box.

Setelah dua jam, baru lah black box tersebut ditemukan. "Ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB," ucapnya.

Setelah itu, ia langsung memasukkan black box yang ditemukan dari timbunan tanah, ke dalam tas ransel, dan diangkat ke Puncak Manik.

Lantas, lima anggota Kopassus membawanya turun lewat jalan Cimelati, Sukabumi. Barang yang dibawa anggota Kopassus tersebut pun tiba di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Setelah diperiksa, ternyata benar barang yang dibawanya adalah kotak hitam pesawat SSJ 100. (*)

  • Editor: Anjar
  • Sumber: Tribunnews
  • Jalan Sehat Bersama Tribun

    Polling