Kamis, 5 Maret 2015

Kebersihan dalam Islam

Jumat, 18 Mei 2012 01:37 WITA

AKTIVITAS kebersihan selalu dilakukan, tidak terkecuali pemerintah, melibatkan lembaga terkait dan warga. Hasilnya positif, banua kita makin bungas dan asri, meskipun masih ada yang membuang sampah sembarangan. Sampah jadinya berserakan, aroma tidak nyaman. Kondisi terakhir ini, tentu bertentangan keinginan Islam yang mengajarkan kebersihan.

Islam adalah agama yang berisi undang-undang Ilahi sesuai rasio dan perkembangan, bagi kebahagian dunia dan akhirat. Mengajarkan al-nahzafah syathr min al-iman (kebersihan bagian dari iman). Beriman tidaknya seseorang, indikasinya kemauan dan kemampuan mewujudkan kebersihan.

Ada 31 kali kebersihan (thaharah) disebut Alquran, misalnya; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang tobat dan mencintai orang yang menyucikan diri (al-mutathahhirun) (al-Baqarah; 222). Ayat-ayat tersebut menjelaskan pentingnya kebersihan fisik dan rohani dari kotoran dan sesuatu yang berefek ketidaknyamanan, menjelaskan kewajiban wudhu, mandi pembersih hadas kecil dan besar.

Ada 59 kali kebersihan menggunakan lafal tazkiyah, menjelaskan kebersihan jiwa dari sifat mazmumah atau muhlikat menurut al-Gazali, berupa sifat tercela yang membuat terganggunya kesehatan mental (angkuh, mau menang sendiri, arogan, hasud).

Ada tazkiyat al-nafs (membersihkan dan menjaga jiwa dari dosa), tazkiyat al-mal (membersihkan harta dengan berzakat infak dan sedekah), antara lain; Qad aflaha man tazakka wzakarasma rabbih fashalla (Beruntunglah orang yang membersihkan diri dan dia ingat nama Tuhannya lalu dia salat) (al-A’la; 14-15).

Perintah menjaga kebersihan dalam hadis diungkap fitrah dan nazhafah, seperti Khamsun min al-fitrah al-khitan wa al-istihdad, watanf al-ibth wa taqlim al-azhfar wa qashsh al-syarib (lima hal yang merupakan fitrah (kebersihan/kesucian) bagi seseorang; khitan (bersunat), mencukur rambut kemaluan, mencukur bulu ketiak, memotong kuku dan menggunting kumis).

“Allah baik dan mencintai kebaikan, Allah bersih mencintai kebersihan, Allah mulia mencintai kemuliaan, Allah indah mencintai keindahan. Bersihkanlah pekarangan rumahmu”. Bagian akhir hadis ini, tegas memerintahkan kebersihan pekarangan yang sudah diterapkan semua warga.

Halaman123
Editor: M Fadli Setia Rahman
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas