A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Museum Lambung Mangkurat Garap Film - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Banjarmasin Post

Museum Lambung Mangkurat Garap Film

Sabtu, 19 Mei 2012 09:30 WITA
Museum Lambung Mangkurat Garap Film
tripandtrick.com
Museum Banjarbaru
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Setelah menggarap film berjudul Arca, Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru, kembali berencana menggarap film produksi sendiri.

Kali ini film yang akan digarap bertema Gue Anak Banjar, yang direncanakan berdurasi 45 menit dan akan mengerahkan 30 orang pemeran.

Perencanaan penggarapan film sudah dirapatkan perdana di aula museum Lambung mangkurat, pada Jumat (18/5/2012) malam.

"Tadi malam kami bicarakan persiapan teknisnya, baik dari kru kameramen, sekaligus para pemeran yang terlibat dalam penggarapannya," ujar penggarap skenario, Amanda Nasution, Sabtu (19/5/2012) pagi.

Menurut dia, rencananya, penggarapan awal dilakukan pada 16 Juni 2012. "Setelah dikonsep sejak 2011, Alhamdulillah bisa dikerjakan pada 2012 ini, nanti akan diawali dengan proses pengenalan lokasi syuting, dan persiapan penguasaan naskah," katanya.

Bahkan, pada Sabtu (19/5) sore, para kru dan pemeran akan mencoba belajar pembacaan naskah. "Hari ini kami mulai dulu pembacaan naskah, sementara kru kameramen melakukan perencanaan lokasi penyutingan," jelasnya. 

Film tersebut menceritakan, seorang anak Banua yang besar di Jakarta, kemudian kembali ke Kalsel tertarik dengan seni budaya Banjar.

"Awalnya si anak memang tidak terlalu mengenal daerahnya, karena sudah lama tinggal di Jakarta, kemudian dia ikut orangtua ke Kalsel dan bertemu dengan seniman tradisi di Banjar hingga tertarik mengembangkan seni budaya Banjar," ujarnya.
Penulis: George Edward Ph
Editor: Syamsudin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
10578 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas