Saubari Sebut Pusat Buta Tuli Soal BBM Kalimantan

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Saubari Kusmiran, anggota Komisi III DPRD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, benar-benar berang dengan sikap pemerintah pusat yang belum juga merealisasikan penambahan kuota bahan bakar minyak untuk Kalimantan.
Antrean pembelian BBM di Kalimantan Tengah terlebih di Palangkaraya sudah sangat parah seperti yang sudah terjadi dalam tiga hari terkahir.
"Kondisi krisis BBM di Kalteng ini sudah sangat parah. Selama ini pemerintah pusat seperti buta tuli dalam melihat kondisi di Kalimantan ini. Padahal selama ini, mereka sudah menikmati hasil bumi kita. Namun kita yang menderita begitu sulitnya dalam mendapatkan bahan bakar minyak di provinsi ini. Mereka yang ada di pusat itu sebagian besar menikmati hasil alam Kalimantan, tetapi kenapa ketika Kalimantan kesulitan dalam mendapatkan BBM mereka tidak peduli," katanya lagi.
Saubari juga menyayangkan, sikap pejabat di Kalimantan yang terkesan hanya bisa omong doang dalam melakukan ancaman boikot pengiriman batu bara keluar Kalimantan tersebut."Pejabat di Kalteng dan Kalimantan jangan hanya omong doang, Buktikan jika memang ingin memboikot batu bara keluar Kalteng, biar pejabat pusat juga merasakan penderitaan yang rakyat Kalimantan terima saat ini, biar adil, kita tidak dapat BBM, mereka tidak dapat hasil alam, jadi biar sama-sama merasakan," timpalnya.

