Kasus Suap Anggota DPR

Miranda akan Ajukan Penangguhan Penahanan

Jumat, 1 Juni 2012 | 20:58 Wita A- A A+ Dibaca: 293 kali
miranda.JPG
Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom resmi ditahan usai diperiksa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (1/6/2012). Ia ditahan di Rutan Jakarta Timur cabang KPK karena diduga terlibat kasus pemberian suap cek perjalanan terkait pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia.- kompas.com

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Miranda S Goeltom melalui tim pengacaranya akan mengajukan penangguhan penahanan. Hal tersebut disampaikan salah seorang pengacara Miranda, Andi Simangunsong, di Jakarta, Jumat (1/6/2012).

Andi menilai penahanan Miranda ini terlalu cepat. Miranda ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi di Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK seusai menjalani pemeriksaan perdananya, Jumat.

"Kami akan ajukan penangguhan penahahan," kata Andi.

Dia mengatakan, surat penahanan ditandatangani Miranda sekitar pukul 15.11. Miranda keluar dari Gedung KPK, kemudian digiring ke Rutan KPK yang berlokasi di belakang Gedung KPK sekitar pukul 18.00.

Pengajar di Universitas Indonesia itu tampak tenang menghadapi pewarta yang menunggunya ke luar gedung sejak pagi. Hanya saja, mata Miranda berkaca-kaca. Kepada para pewarta, Miranda menyatakan akan kooperatif menjalani proses hukumnya di KPK.

"Saya menerima karena adalah hak dan kewenangan KPK dalam penyidikan saya sebagai tersangka. Saya akan kooperatif," katanya.

Dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia ini, Miranda diduga ikut serta atau membantu Nunun Nurbaeti memberi suap kepada sejumah anggota DPR 1999-2004.

Nunun divonis 2 tahun 6 bulan karena dianggap bersalah menjadi pemberi suap.

Kasus ini juga menyeret sejumlah anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.

Lebih dari 20 anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, dan Fraksi TNI/Polri dijebloskan ke penjara karena terbukti menerima suap saat memilih Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 yang dimenangi Miranda.

  • Editor: Edibpost
  • Sumber: Kompas.com
  • Jalan Sehat Bersama Tribun

    Polling