Tak Mandi Dua Hari Demi Cucu

Ilustrasi - net
BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bersujud dikeluhkan. Sudah dua hari, sejak Minggu (3/6), air PDAM tidak mengalir ke pelanggan di wilayah kelurahan Tungkaran Pangeran dan sekitarnya.
"Bagaimana tanggungjawab PDAM dua hari air tidak menetes. Pemberitahuan juga tidak ada. Apakah seperti ini kinerja perusahaan daerah," kata Nurul, salah satu warga.
Selama air macet, dirinya mengaku sudah dua hari tidak mandi, karena mengalah dan mementingkan sang cucu dan anak-anaknya agar bisa mandi dengan air penampungan yang terbatas.
"Kita mau membeli air tong tidak serta-merta dikirim. Mereka sudah punya pelanggan tetap," imbuhnya.
Warga Tungkaran Pangeran RT VII, Kecamatan Simpangempat, Tanahbumbu ini, mengaku air leding sering tidak mengalir.
"Terkdang bisa pagi sekitar pukul 06.00 Wita mengalir satu jam berikuti tidak lagi. Sekitar pukul 17.00 Wita, airnya mengalir lagi hingga pukul 20.00 Wita, tidak mengalir lagi," katanya.
Hajah Yati tetangganya mengaku hal yang sama, menurutnya kondisi PDAM Bersujud yang byarpet kerap terjadi. Dan, ini membuat dirinya dan keluarga menggerutu dengan pelayanan yang dinilai tidak profesional.
Staf Umum PDAM Bersujud, Dedy Tri Wahyudi dikonfirmasi, Senin (04/06/2012) membenarkan aliran air di wilayah Tungkaran Pangeran dan sekitarnya mengalami gangguan.
Menurutnya, tidak mengalirnya air ke pelanggan karena ada penambahan pompa di waduk PT Kodeco, sehingga distribusi air terganggu.
"Kita sudah mendatangkan pompa berkekuatan 11 KW untuk menaikkan air ke seluruh jaringan pelanggan. Selasa, pelanggan sudah bisa menikmati airnya kembali. Sebab, hari ini masih dikerjakan pemborong," katanya.


