Rabu, 27 Mei 2015

Ratusan Aktivis Banser Indonesia Mulai Masuk Tulungagung

Selasa, 5 Juni 2012 14:42

Ratusan Aktivis Banser Indonesia Mulai Masuk Tulungagung
antara
Anggota Satuan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdatul Ulama (NU) berbaris di Stadion Gelora Bung Karno saat apel akbar peringatan Harlah Gerakan Pemuda Ansor ke-77, Jakarta, Minggu (17/7). Apel akbar tersebut diikuti 30ribu anggota Banser yang merupakan badan otonom NU dari GP Ansor. Selain bertugas dalam pengamanan, anggota Banser banyak menjalankan misi kemanusiaan di berbagai daerah bencana alam di Indonesia. (ANTARA/Yudhi Mahatm

Menurut keterangan Ketua DPW Banser NU Jatim, Imam Ahmad Kusnin, Selasa malam, kedatangan massa organisasi paramiliter yang berada di bawah naungan bendera NU tersebut berlangsung sporadis sejak Minggu (27/5) malam hingga berita ini mulai ditulis.

"Seluruh kader Banser di Indonesia saat ini siaga. Tidak hanya mereka yang berasal dari Jatim maupun Madura, yang ada di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, bahkan luar Jawa sekarang siap berangkat (ke Tulungagung)," ujarnya usai menggelar pertemuan dengan sejumlah pengurus PBNU, GP Ansor Jatim, serta sejumlah tokoh Banser NU lintas daerah di Kafe Halte yang ada di dalam kompleks Pondok Pesantren PETA, Tulungagung.

Kusnin, sebagaimana juga tokoh NU maupun GP Ansor Jatim lainnya, tidak bersedia menyebut jumlah pasti massa nahdliyin dari luar daerah yang telah memasuki Kota Marmer.

Ia hanya mengatakan bahwa belasan ribu massa Banser NU yang ada di 38 kabupaten/kota se-Jatim maupun jaringan mereka yang ada di luar Jatim saat ini telah siap dikerahkan menuju Tulungagung.

"Seluruh anggota Banser NU yang ada di daerah tapal kuda (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang) kemarin (Senin (28/5) bahkan sudah mau berangkat tapi kami cegah. Mereka semua hanya tunggu komando," timpal Ubaidillah Suwito, tokoh muda Banser NU Kecamatan Bandung.

Pernyataan dua tokoh muda Banser NU tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Pantauan koresponden ANTARA, ratusan anggota ormas yang memiliki seragam khas bercorak doreng mirip tentara dan berwarna dasar hijau tersebut terlihat berjaga di sejumlah titik lokasi.

Mereka bahkan rela menginap di kantor cabang NU Tulungagung maupun sejumlah fasilitas milik warga nahdliyin lain demi menunggu perintah/komando pimpinan mereka maupun instruksi alim-ulama NU setempat.

Halaman12
Editor: Edibpost
Sumber: Antara News
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas