• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Banjarmasin Post

Gramedia Tarik Buku 5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia

Selasa, 12 Juni 2012 17:36 WITA
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sehubungan dengan masalah pada isi buku berjudul 5 kota Paling Berpengaruh di Dunia di halaman 24, PT Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit buku tersebut menyatakan permintaan maaf sedalam dalamnya kepada segenap khalayak pencinta buku.

Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama mengakui telah teledor menterjemahkan buku yang aslinya berjudul "5 Cities that Ruled The World" karya Douglas Wilson, secara apa adanya.

Direktur UtamaGramedia Pustaka Utama Wandi S. Brata menjelaskan, Keteledoran ini sungguh sungguh tidak ada unsur kesengajaan. Dan sejak hari Jumat siang lalu hingga hari ini, pihak penerbit telah melakukan penarikan buku tersebut dari peredaran di seluruh wilayah Indonesia, untuk kemudian akan dilakukan pemusnahan sesegera mungkin.

"Dari data yg ada, buku tersebut mulai diedarkan minggu kedua Maret 2012, dengan total jumlah 3.000 buku. Sesuai data awal Juni 2012 ini, jumlah buku yang telah laku dibeli masyarakat berjumlah 489 buku.

"Sampai dengan hari Senin ini, penerbit telah meminta kepada pihak toko buku dan tempat tempat peredaran lain buku ini, agar dapat memeriksa ulang lebih seksama tanpa ada yang tertinggal," ujarnya.

Sebelumnya, Penerbit buku terkemuka Indonesia, Gramedia, disinyalir menerbitkan buku yang bisa membuat umat Islam marah, yaitu menghina Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut terungkap dalam Suarapublika di Harian Republika edisi Jumat (8/6) lalu.

Buku yang bermasalah tersebut berjudul "5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia" karangan Douglas Wilson. Buku ini sendiri menjelaskan tentang lima kota yang berpengaruh di dunia, yakni Yerusalem (Israel), Athena (Yunani), Roma (Italia), London (Inggris), dan New York (Amerika Serikat). Yerusalem sedniri disebutkan sebagai murni milik Israel.

Saat membahas Kota Yerusalem di halaman 24 buku tersebut, tertulis, "Selanjutnya ia (Muhammad) memperistri beberapa wanita lain. Ia menjadi seorang perampok dan perompak, memerintahkan penyerangan terhadap karavan-karavan Mekah.

Dua tahun kemudian, Muhammad memerintahkan serangkaian pembunuhan demi meraih kendali atas Madinah, dan di tahun 630 M ia menaklukkan Mekah."

Begitu pula pada halaman 25 alinea kedua dan ketiga. Di sana Douglas menafsirkan bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad selalu ditegakkan dengan pedang.
Editor: Anjar
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas