• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Revitalisasi Museum Waja Sampai Kaputing

Sabtu, 23 Juni 2012 01:27 WITA
Oleh:HE Benyamine

Melewati jembatan Banua Anyar yang melintas di atas Sungai Martapura, akan terlihat rumah adat Banjar bubungan tinggi dengan tulisan Museum Wasaka, persisnya di Jalan Kenanga, Sungai Jingah, Banjar Utara, Banjarmasin.

Itulah museum perjuangan masyarakat Kalimantan Selatan dalam  mengusir penjajah Belanda. Terutama untuk saat ini menyimpan beragam barang bersejarah masa revolusi fisik periode 1945 - 1949 yang memperlihatkan kegigihan urang Banjar dalam berjuang dengan semboyan Waja Sampai Kaputing yang di mana semboyan ini dijadikan nama museum yang disingkat Wasaka.

Museum ini berdiri pada 9 September 1991, hingga usianya jelang 21 tahun, dalam operasionalnya masih dilaksanakan Badan Pengelola dengan surat keputusan Gubernur Kalimantan Selatan, dan masih sangat tergantung dengan bantuan (juga binaan)  bidang Kesra Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini tentu saja sangat berpengaruh dalam operasional museum, seperti yang dikemukakan H Muhammad Mugeni pada Seminar Pengembangan Museum Waja Sampai Kaputing tanggal 6 Juni 2012 di Auditorium Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Menurutnya, Museum Wasaka belum memiliki (1) pengembangan tata ruang pameran, (2) jumlah koleksi yang memadai, (3) dana operasional, dan (4) sarana dan prasarana yang tidak mengalami kemajuan cukup berarti.

Di samping itu, secara organisasi, Museum Wasaka hingga sekarang dapat dikatakan berdiri sendiri yang dikelola Badan Pengelola dengan ketua Drs Sjarifudin dengan bantuan bidang Kesra Pemprov Kalsel.

Dalam pengembangannya tentu saja mengalami berbagai kendala yang serius, terutama karena tidak adanya dana operasional yang tetap setiap tahunnya. Sehingga, jika berbicara pengembangan museum, maka yang penting dan mendasar adalah kejelasan secara organisasi.

Dalam Seminar Pengembangan Museum Wasaka, menjadi penting apa yang dikata_kan Kabid Tata Laksana Biro Organisasi Provinsi Kalsel, Mulyono, bahwa museum Wasaka sudah semestinya dimaksukkan ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga  Provensi Kalsel; seperti Museum Lambung Mangkurat, bukan lagi oleh Badan Pengelola, yang selanjut dapat dipertimbangkan menjadi UPTD.

Selain itu, Museum Wasaka juga dapat dikelola oleh yayasan yang dibentuk untuk kepentingan tersebut, misal Yayasan Perjuangan Rakyat Kalimantan 9 September. Melalui yayasan tersebut dapat diupayakan dana (abadi) dan usaha-usaha lainnya, di samping adanya komitmen bantuan dari pemerintah provinsi dan bantuan lain dari pemerintah pusat. Dengan yayasan ini dapat mengurangi beban pemerintah daerah dalam pengelolaannya.

Dengan kejelasan institusi, Museum` Wasaka mempunyai peluang dalam pengembangannya, karena, seandainya lokasi tetap seperti sekarang, dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan warga masyarakat di sekitarnya dalam pengembangan kepariwisataan yang mana kehidupan warga sekitar masih rekat dengan kearifan lokal.

Misal rumah panggung dan kuliner Banjar, lokasi juga menghadap Sungai Martapura yang dapat dilengkapi dengan rumah lanting/restoran lanting, lokasi juga dekat dengan aktivitas pelajar/mahasiswa.

Dalam seminar juga terungkap program pemerintah pusat berkenaan dengan pengembangan museum dengan revitalisasi, dan juga akriditasi museum yang salah satu syaratnya adanya anggaran tetap per tahunnya yang saat ini masih belum dapat dipenuhi Museum Wasaka. Syarat anggaran tetap ini, dapat menurunkan “papan nama” museum alias ditutup karena dianggap tidak layak.

Revitalisasi museum, sebagaimana diungkapkan Drs Dani W mewakili Direktur Pelestarian cagar Budaya dan Permuseuman Kementrian Pendidikan Kebudayaan, adalah upaya untuk meningkatkan kualitas museum dalam melayani masyarakat sesuai dengan fungsi, sehingga museum dapat menjadi tempat yang layak dan diperlukan untuk dikunjungi.

Pada 2012, Museum Wasaka merupakan salah satu museum yang dipilih untuk pengambangan museum dengan revitalisasi, dengan bantuan sekitar Rp 2 miliar. Dengan kata lain, bahwa Museum Wasaka akan dibantu dalam melaksanakan usaha-usaha untuk menjadikan museum tersebut menjadi penting dan perlu sekali, karena memang keberadaan museum Wasaka sangat penting dalam menceritakan keteguhan, kesungguhan, dan semangat  dalam melawan penjajahan.

Dengan dipilihnya Museum Wasaka yang mendapatkan bantuan revitalisasi museum dari pusat, sepatutnya menjadi titik tolak dan pijak bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan Museum Wasaka. Terutama dalam beberapa hal yang menjadi permasalahan selama 20 tahun lebih sejak berdirinya, yaitu institusi yang sudah seharusnya didorong ke arah yang berkepastian dan tetap; dalam bentuk yayasan atau masuk ke dinas tertentu, sehingga pengelolaan dan pengembangannya dapat berjalan secara terencana dan terukur.

Jadi, kita menunggu kesanggupan Y Bangsawan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga  Provensi Kalsel, yang pada seminar menjadi mederator, untuk mengupayakan suatu keputusan dalam hal menentukan institusi yang menjadi payung (hukum) tetap Museum Wasaka.

Tentu saja, hal ini memang harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh dan adan_ya political will pemerintah daerah dalam menghidupkan museum sebagai bagian dari kehidupan dan perjalanan Kalimantan Selatan dengan nama museum Waja Sampai Kaputing yang merupakan semboyan perjuangan yang hingga sekarang masih relevan.

Dengan keadaan Museum Waja Sampai Kaputing selama lebih 20 tahun operasional, yang tak mempunyai anggaran tetap, dengan sendirinya kekurangan dan kelemahan museum tersebut tak lebih dari kekurangan dan kelemahan berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.

Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah daerah  lebih menunjukkan bahwa keberadaannya  vital dalam menjaga semangat Waja Sampai Kaputing.

Peminat masalah sejarah Banjar
Editor: Dheny
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
13228 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas