Otomotif

Krakatau Steel Genjot Sektor Otomotif

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggenjot penjualan produk ke sektor otomotif. Produsen baja nasional ini menargetkan

Krakatau Steel Genjot Sektor Otomotif
ist
Ilustrasi
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menggenjot penjualan produk ke sektor otomotif. Produsen baja nasional ini menargetkan kontribusi penjualan baja ke sektor otomotif naik menjadi 15% pada 2012 ini.

Cahyo Antarikso Group Head Automotive and Heavy Equipment Sales Krakatau Steel bilang sejauh ini, kontribusi penjualan baja ke produsen otomotif baru mencapai 10%. "Diharapkan kontribusi ke otomotif bisa naik minimal 5% di tahun ini," kata Cahyo, Jumat (22/6). Untuk 2013, Krakatau Steel berencana meningkatkan kembali kontribusi penjualan kepada pelaku industri otomotif menjadi 25%.

Penjualan baja Krakatau Steel ke sektor otomotif rata-rata baru mencapai 200.000 ton baja setiap tahun. Ini artinya, Krakatau Steel menargetkan bisa menjual sekitar 300.000 ton baja ke produsen otomotif.

Cahyo menuturkan, peningkatan penjualan ke sektor otomotif memang harus dilakukan secara bertahap. Pasalnya sektor ini memiliki persyaratan yang ketat sehingga membutuhkan waktu untuk meningkatkan standar.

Untuk memperbaiki standar ini, Krakatau Steel akan melakukan berbagai langkah. Diantaranya, perbaikan sistem warehousing, sistem pengendalian konsistensi kualitas, transportasi termasuk pembenahan internal organisasi.

Krakatau Steel juga membangun mata rantai dengan industri otomotif sebagai industri hilir. Mata rantai ini juga termasuk menghubungkan perusahaan langsung dengan masyarakat.

Beberapa produk baja yang dijual Krakatau Steel ke sektor otomotif di antaranya adalah rolled coils, cold rolled coils serta wire untuk industri otomotif, khususnya untuk pasar kendaraan komersial. "Kami pun akan mengupayakan diversifikasi produk yang lebih banyak," tuturnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim bilang perusahaan menyiapkan peningkatan kontribusi penjualan ke sektor otomotif sejak 2011 lalu. Hal ini dilakukan dengan membentuk PT Indo-Japan Steel Center, yang merupakan perusahaan joint venture dengan Nippon Steel Trading Co Ltd dari Jepang, PT Adyawinsa Dinamika serta PT Dwijaya Sentosa Abadi.(KONTAN/ Oleh Tendi Mahadi

Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved