Anak Jumiati Mencret Campur Darah

Senin, 25 Juni 2012 | 15:44 Wita A- A A+ Dibaca: 634 kali
diare-sakit-penyakit.jpg
Ilustrasi(net)

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Penyakit diare kembali menyerang anak-anak balita di Tapin. Tidak hanya balita yang tinggal di perdesaan, tapi anak-anak yang tinggal diperkotaan pun juga terkena.
    
Pantauan BPost Online, di Rumah Sakit Datu Sanggul Rantau, ada 8 balita yang semuanya terkena diare dan dalam keadaan diinfus.
    
Balita yang terserang diare itu rata-rata sudah 2 hari menginap di rumah sakit terbesar di Tapin itu.
    
"Sudah dua hari anak kami dirawat di rumah sakit, alhamdulillah berak-beraknya sudah kurang," jelas Risna sambil menggendong anaknya yang masih menancap jarum infus di tangannya.
    
Warga Desa Parigi Kecamatan Bakarangan mengaku, selama dua hari anaknya mencret. Karena khawatir, ia pun memutuskan membawa ke rumah sakit.
    
Lebih parah lagi yang dialami Jumiati. Anaknya yang baru berusia 2,3 tahun selain mencret-mencret juga terkadang mengeluarkan darah.
 
Menurut dokter Purwoko yang menangani pasien diare tersebut, ada belasan balita yang terkena diare.
Dia pun menyarankan kepada orangtua yang memiliki balita supaya menjaga kebersihan makanan, minuman dan peralatan makan dan minum balita. (him)

  • Penulis: Ibrahim Ashabirin
  • Editor: Anjar
  • Sumber: Banjarmasin Post
  • Jalan Sehat Bersama Suaka Ananda

    Polling