Klaim Tor-Tor, Malaysia Rendah Diri

Kamis, 28 Juni 2012 | 18:29 Wita A- A A+ Dibaca: 467 kali
Tarian-Tor-tor.jpg
Tarian Tor-tor.(net)

BANJARMASINPOST.CO.ID, MEDAN - Sejarawan Universitas Indonesia, Anhar Gonggong dan Sejarawan Universitas Sumatera Utara Budi Agustono mengatakan, masyarakat Indonesia tidak perlu emosional menanggapi pemerintah Malaysia yang mengklaim Tor-tor sebagai salah satu kesenian daerahnya. Tor-tor tetap asli tarian Mandailing Natal dari Sumatera Utara.

"Itu karena Malaysia rendah diri dan masih mencari bentuk kebudayaannya. Banyak orang Indonesia di sana, orang Mandailing, Bugis. Itu asli dari orang Mandailing yang ada di Malaysia," kata Anhar di Medan, Kamis (28/6/2012).

Anhar mengatakan, kebudayaan Malaysia berasal dari Melayu, dan itu dari Riau. "Maka jangan dilawan dengan otot, tapi dengan kreativitas," kata Anhar.

Budi Agustono mengatakan, masyarakat Mandailing telah puluhan tahun tinggal di Malaysia. "Ya, pemerintah Malaysia yang pintar untuk membuat Tor-tor sebagai tarian Malaysia," tutur Budi. Tapi tetap asalnya dari Mandailing, Sumut.

Anhar mengatakan, peristiwa ini justru menjadi pembelajaran pada Pemerintah Indonesia agar lebih menghargai kebudayaannya sendiri. Ia memprediksikan, ke depan akan lebih banyak produk budaya Indonesia yang diklaim Malaysia karena Malaysia masih mencari bentuk kebudayaannya.

  • Editor: Anjar
  • Sumber: Kompas.com
  • Jalan Sehat Bersama Tribun

    Polling