MotoGP

Ban Rusak, The Doctor Terpaksa Finish ke-13

Harapan Valentino Rossi untuk menuai hasil yang bagus di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (30/6/2012) harus pupus. Ketika balapan tersisa 10 lap,

Ban Rusak, The Doctor Terpaksa Finish ke-13
MOTOGP.COM
Pebalap Ducati, Valentino Rossi 
BANJARMASINPOST.CO.ID, ASSEN - Harapan Valentino Rossi untuk menuai hasil yang bagus di Sirkuit Assen, Belanda, Sabtu (30/6/2012) harus pupus. Ketika balapan tersisa 10 lap, dari total 26 lap, "The Doctor" terpaksa masuk garasi dengan kondisi ban belakang rusak, untuk menggantinya. Alhasil, juara dunia tujuh kali MotoGP ini pun harus mengakhiri balapan seri ketujuh tersebut di urutan ke-13.

"Tak mungkin terus bertahan," jelas Rossi mengenai keputusannya untuk kembali ke pit lane. "Spies dan Barbera juga mengalami masalah serupa, tetapi itu terjadi kepada mereka ketika tersisa empat lap lagi. Saya tidak bisa membuat itu bertahan sampai garis finis.

"Pengesetan kami identik dengan apa yang kami gunakan saat warm-up, dan pagi ini saya menyelesaikan 13 lap dengan ban lunak tanpa masalah. Tetapi secara tiba-tiba, setelah balapan dimulai, saya merasa getaran di bagian belakang, dan itu tak pernah terjadi sebelumnya. Kondisi itu sulit untuk mengendarai motor."

Meskipun demikian, pihak Ducati belum mengetahui secara pasti mengapa ban begitu mudah hancur. Apalagi, hanya mereka yang mengalami hal buruk tersebut - walaupun ada sejumlah pebalap mengeluh, yang membuat Bridgestone segera melakukan investigasi.

"Kali ini kami kehilangan banyak potongan dari ban, sesuatu yang hanya terjadi ketika ban mengalami panas yang berlebihan. Ini membuang peluang, karena seharusnya kami bisa meraih hasil yang bagus. Saya melakukan start yang bagus, dan sebelum mengalami masalah, saya mempelajari Hayden dan melihat di mana saya bisa mengalahkannya. Nicky lebih kuat di bagian pertama sirkuit, tetapi saya bisa mengejarnya lagi di bagian yang lebih cepat."

Lalu, bagaimana pendapat Rossi mengenai Ducati? "Saya sudah berbicara kepada mereka yang ada di sini, di trek, dan mereka menjamin saya bahwa mereka sepenuhnya berkomitmen terhadap proyek ini. Tetapi kami perlu melihat pembaruan apa yang bisa dilakukan pada seri-seri berikutnya, dan jika kami bisa menjadi kompetitif. Saya pikir kami bisa terus kompetitif, tetapi yang terpenting adalah Ducati percaya 100 persen kepada apa yang pebalap katakan kepada mereka."

Rossi juga kembali menegaskan bahwa dia tetap percaya kepada direktur teknik Ducati, Filippo Preziosi. Mantan pebalap Honda dan Yamaha ini mengakui, Preziosi merupakan roh perusahaan, sehingga dia harus mendapat kepercayaan dan dukungan penuh dari tim.

Peraih sembilan gelar grand prix ini pun berbicara tentang kecelakaan yang menimpa pebalap Yamaha, Jorge Lorenzo. Menurutnya, jika Alvaro Bautista tak melibatkan Lorenzo dalam kecelakaan di tikungan pertama lap pertama, maka Lorenzo bisa mematahkan dominasi Repsol Honda, yang finis 1-2.

"Anda bisa saja membuat kesalahan di tikungan pertama, tetapi kali ini kesalahan tersebut terlalu besar," ujar Rossi tentang apa yang dilakukan Bautista. Dia mengerem 20 atau 30 meter lebih lambat dari biasanya. Ketika saya melihat dia lewat begitu cepat, saya bertanya pada diri sendiri, 'seberapa banyak yang akan dilewatinya?' Saya pikir dia pantas mendapatkan hukuman."

Sumber :
gp

Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved