A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sabang Jalan di Tempat - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Banjarmasin Post

Sabang Jalan di Tempat

Senin, 2 Juli 2012 01:42 WITA
Sabang Jalan di Tempat
Serambinews
Serambi Indonesia
Komisi VI DPR RI mengusulkan anggaran untuk Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) menjadi Rp 500 miliar untuk tahun  2013. Anggota Komisi VI, Marzuki Daud, menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Badan Anggaran DPR dengan Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan Gubernur Senior Bank Indonesia, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/6).

Disebutkan, akhir 2013 Pelabuhan Internasional Sabang sudah rampung dan bisa berfungsi dengan baik. “Letak Sabang strategis, dan karena itu harus dilengkapi fasilitas memadai,” katanya.

Bagi kita statemen yang seperti itu bukan kali ini saja disampaikan oleh para pejabat negara. Setiap kali datang ke Sabang, mereka sepertinya berlomba-lomba mengeluarkan pernyataannya. Namun, sampai saat ini Sabang tetap jalan di tempat, meskipun ratusan miliar rupiah dana bergulir di pula itu.

Untuk itu, kita berharap kepada semua pihak yang terlibat mengelola Sabang, termasuk kepala BPKS hendaknya lebih banyak berbuat dengan melahirkan program-program nyata, terutama menjadikan Sabang sebagai pusat perdagangan. Sebab, hanya dengan perdaganganlah Sabang bisa hidup kembali seperti era 1970-an.

Sebenarnya era pelabuhan bebas di Sabang telah dimulai pada 1895, dikenal dengan istilah vrij haven, serta dikelola Maatschaappij Zeehaven en Kolen Station yang dikenal dengan nama Sabang Maatschaappij.

Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Sabang menjadi pusat Pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan wewenang penuh dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertahanan RIS Nomor 9/MP/50. Semua aset Pelabuhan Sabang Maatschaappij dibeli Pemerintah Indonesia.

Kemudian pada 1965 dibentuk Pemerintahan Kotapraja Sabang berdasarkan UU No 10/1965, dan dirintisnya gagasan awal untuk membuka kembali sebagai Pelabuhan Bebas dan Kawasan Perdagangan Bebas. Ini terbukti dengan terbitnya UU No 3/1970 tentang Perdagangan Bebas Sabang, serta UU No 4/1970 tentang Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

Dan, atas alasan pembukaan Pulau Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Sabang terpaksa dimatikan berdasarkan UU No 10/1985. Era baru untuk Sabang, dimulai pada 2000 dengan terjadi Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid di Sabang, dan terbitnya Inpres No. 2 tahun 2000.

Aktivitas Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas Sabang pada tahun 2002 mulai berdenyut dengan masuknya barang-barang dari luar negeri. Tetapi, pada 2004 aktivitas ini terhenti karena Aceh ditetapkan sebagai Daerah Darurat Militer.

Nah, sekarang Darurat Militer telah dicabut, Pemerintah Aceh pun telah berganti. Lalu, akankah Sabang bisa maju kembali? (*)
Editor: Dheny
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
13823 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas