A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pengangkatan Kepala Sekolah Tak Memenuhi Standar - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Banjarmasin Post

Pengangkatan Kepala Sekolah Tak Memenuhi Standar

Selasa, 24 Juli 2012 21:23 WITA
Pengangkatan Kepala Sekolah Tak Memenuhi Standar
SHUTTERSTOCK
ILUSTRASI

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pengangkatan kepala sekolah yang menjadi kewenangan daerah sering kali mengabaikan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah/Madrasah. Padahal, payung hukum ini menetapkan standar dalam menyiapkan, menilai kinerja, serta mengembangkan keprofesian kepala sekolah/madrasah.

Pengangkatan kepala sekolah lebih didasarkan pada kepentingan politik pemilihan umum kepala daerah. Akibatnya, kompetensi kepala sekolah secara umum di bawah rata-rata.

"Pemilihan kepala sekolah di daerah banyak yang tidak memenuhi standar. Seharusnya kepala sekolah punya sertifikat pendidik dan kepala sekolah serta ikut pendidikan dan pelatihan kepala sekolah. Kenyataannya, syarat itu belum dipenuhi, pemerintah di daerah sudah memberi jabatan kepala sekolah," kata Iwan Hermawan, Koordinator Koalisi Pendidikan Kota Bandung, Selasa (24/7/2012).

Menurut Iwan, dalam era otonomi daerah terbukti penanganan sumber daya manusia pendidik/tenaga kependidikan tidak baik. Karena itu, perlu dievaluasi supaya untuk SDM pendidik/tenaga pendidikan lebih baik disentralisasi saja.

Syawal Gultom, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kemdikbud, mengatakan, tidak semua pemimpin daerah memiliki visi dan pemahaman yang sama untuk memajukan pendidikan di daerah dan nasional. Kekuasaan daerah yang dilegalkan dalam otonomi daerah membuat kebijakan di daerah, termasuk dalam pendidikan, bergantung pada komitmen pemimpin daerah saat itu.

Menurut Syawal, Kemdikbud telah membentuk Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) di Solo hampir tiga tahun ini. "Lembaga ini bergerilya di daerah-daerah supaya ada peraturan gubernur/kabupaten/kota yang mengatur mulai dari perekrutan, pembinaan, hingga pemberdayaan kepala sekolah sesuai dengan Permendiknas No 28/2010. Namun, baru sekitar 120 daerah yang merespons," kata Syawal.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas