Jangan Jadikan Zaitun Hanya Sekadar Penghias Ruangan

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Usaha budidaya zaitun rupanya cukup menjanjikan.
Permintaannya juga lumayan. Sejauh ini, penyuka zaitun di Indonesia
baru menjadikan zaitun sebatas ornamen atau penghias ruangan. Dengan
harga bibit mulai Rp 300.000-Rp 700.000, pembudidaya bisa meraup omzet
hingga puluhan juta.
Zaitun (Olea europaea) merupakan tanaman
asli Timur Tengah dan Afrika Selatan. Tanaman ini memiliki banyak
manfaat buat kehidupan manusia.
Manfaat utama tanaman ini
didapat dari buahnya. Buah zaitun yang sudah tua bisa menghasilkan
minyak yang dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, mulai dari
kesehatan sampai produk-produk kecantikan.
Maka, tidak heran
jika tanaman mediterania ini menjadi sangat populer, termasuk di
Indonesia. Salah seorang pembudidaya tanaman zaitun di Indonesia adalah
Parta Suhanda di Bogor, Jawa Barat.
Sejak lima tahun terakhir,
ia fokus membudidayakan bibit pohon zaitun. Ia tertarik membudidayakan
tanaman ini karena permintaan pohon zaitun di Indonesia cukup tinggi.
"Sementara pasokan sedikit," kata Parta.
Budidaya tanaman
zaitun ini ditekuninya di bawah bendera usaha Angel Nurserry. Selain
memasok para pedagang tanaman hias, ia juga menjual bibit zaitun
langsung ke konsumen.
Sebagian besarnya pelanggan berasal dari
Bogor dan Jakarta. Ia mengaku, sering kewalahan melayani permintaan,
terutama dari para pedagang tanaman. "Ada pedagang yang memesan sekitar
100 pohon dalam sebulan, tapi kami tidak bisa penuhi," bebernya.
Parta
bilang, ia harus hati-hati membudidayakan zaitun lantaran tanaman ini
sensitif terhadap perubahan tempat, dan bisa mati kalau akarnya belum
cukup kuat. Makanya, ia membatasi jumlah tanaman yang dibudidayakannya.
Sebagai
tanaman yang tumbuh di daerah panas, zaitun sangat menyukai cuaca
panas. Saat musim panas ini, Patra bisa menjual lebih 100 pohon per
bulan.
Dengan harga jual bibit Rp 300.000-Rp 500.000 per
batang, ia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta
per bulan. Namun, bila sedang musim hujan, omzetnya bisa anjlok.
Soalnya,
penjualannya di bulan-bulan itu paling hanya sekitar 30 bibit-50 bibit
per bulan. Parta bilang, penjualan menurun lantaran banyak bibit yang
mati.
Usaha budidaya pohon zaitun juga ditekuni Steve Stanley
di Semarang, Jawa Tengah. Ia terjun ke usaha ini sejak tahun 2010. Ia
fokus menjual bibit zaitun yang tingginya sekitar 30 cm. "Tanaman ini
lama pertumbuhannya," ujarnya.
Sejauh ini, kata Steve, pohon
zaitun masih sebatas sebagai ornamen atau penghias ruangan rumah.
Beberapa jenis zaitun, seperti jenis perak memang tampilannya bagus dan
lebih mahal harganya.
Untuk zaitun jenis perak ini harganya
mulai Rp 700.000 per bibit. Zaitun jenis lain lebih murah. Contohnya,
zaitun hijau yang dibanderol Rp 300.000 per bibit. Dalam sebulan, ia
bisa menjual 10-15 bibit dengan omzet Rp 7 juta-Rp 10 juta.


