Nenek Sembilan Anak Rayakan Ultah Ke-105
BANJARMASINPOST.CO.ID, SARDINIA - Melis bersaudara merayakan ulang tahun kakak tertua mereka, Consolata, yang kini berusia 105 tahun.
Consolata
memiliki sembilan anak, 24 cucu, 25 cicit. Cicit Consolata pun telah
memberinya tambahan tiga anggota keluarga. Consolata selama hidupnya
telah melewati dua perang dunia, sembilan masa kempimpinan Paus, dan 50
perdana menteri Italia.
Consolata merupakan anak tertua dari
sembilan bersaudara. Melis bersaudara tercatat di Buku Rekor Dunia
sebagai kakak-beradik tertua di dunia. Bila dijumlah, usia mereka
mencapai 818 tahun.
Saudara Consolata terdiri dari lima
perempuan dan tiga laki-laki. Adiknya, Claudina akan berusia 100 tahun,
diikuti oleh Maria (97), Antonino (93), Concetta (91), Adolfo (89),
Vitalio (86), dan Fida Vitalia (81). Adik mereka yang termuda, Mafalda,
kini berusia 78 tahun.
Mereka semua tinggal di desa yang
Perdasdefogu, bagian tenggara Pulau Sardinia. Daerah itu terkenal karena
memiliki beberapa orang tertua di dunia.
Melis bersaudara
mengatakan rahasia panjang umur mereka adalah kerja keras, dikelilingi
150 cucu dan cicit mereka, dan sup minestrone, sup yang terdiri sari
beberapa sayuran.
"Kami menyantap makanan murni, artinya banyak
minestrone tapi sedikit daging. Kami juga selalu bekerja," kata Alfonso
Melis. Alfonso aktif menjalankan bar lokal miliknya dan menikmati
waktunya di kebun, menanam kacang-kacangan, terung, cabai, dan kentang.
Sarannya
tentang bekerja dan makan sayuran didukung oleh Claudina. "Kau terus
bekerja dan makan minestrone, kacang, dan kentang," katanya. Claudina
menghadiri misa di gereja lokal setiap minggu.
Melis bersaudara
masuk rekor dunia setelah seorang teman keluarga mereka mengajukannya.
Tim Buku Rekor Dunia menghabiskan tujuh tahun untuk memverifikasi klaim
itu termasuk memeriksa sertifikat dan catatan keluarga.
Usia
panjang yang dimiliki Melis bersaudara dan orang-orang Sardinia lainnya
dipengaruhi gen yang bagus, diet sehat, dan gaya hidup yang bebas
tekanan.
"Cucu saya punya mesin cuci, mesin pencuci piring, vacuum cleaner. Ketika saya mendengar mereka berkata 'Saya stres', saya tidak mengerti," katanya kepada Corriere della Sera.
Luca
Deiana, profesor biokimia klinis di University of Sassari di Sardinia
melakukan studi terhadap 2.500 orang berusia seratus tahunan di pulau
itu sejak 1996. Ia mengatakan usia panjang para penduduk lokal
dipengaruhi bermacam faktor.
"Di satu sisi dipengaruhi genetik,
keturunan panjang umur. Tapi juga kemurahan hati pulau ini dan
buah-buahannya, terutama pir dan buah prem," katanya.

