Kamis, 5 Maret 2015

Kejelian Menangkap Peluang Usaha Keripik Siput

Selasa, 11 September 2012 15:37 WITA

Kejelian Menangkap Peluang Usaha Keripik Siput
TRIBUNNEWS/YOGI GUSTAMAN
Para remaja kreatif yang merintis bisnis keripik siput. Insert keripik bekicot (kiri)

BANJARMASINPOST.CO.ID - Inspirasi membuka usaha bisa dari mana saja. Peluang itu ditangkap Kenny Kurniawan (14) dan Kevin (14), yang mengawali bisnis patungan membuat keripik siput (bekicot). Ide ini ia dapat ketika mengikuti kegiatan di sekolahnya, SMP Anugerah Pekerti, Surabaya.

Kala itu, guru mata pelajaran Etika Lingkungan, Bangun Pratomo, meminta Kenny dan Kevin untuk mencari tahu soal siput. Ketika tugas kelar, Bangun membuka pikiran Kenny dan Kevin bahwa binatang siput memiliki khasiat yang sangat tinggi dan baik untuk kesehatan.

Masukan gurunya semakin membuat rasa ingin tahu Kenny dan Kevin semakin besar soal manfaat siput. Keduanya memutuskan mencari manfaat lain dari siput di dunia maya. Setelah mendapat pengetahuan yang cukup, mereka yakin usaha siput cukup menjanjikan.

"Kita berpikir, olahan siput belum banyak orang lakukan. Akhirnya kita memutuskan bisnis olahan siput yang sangat menguntungkan. Apalagi dari segi pesaing sedikit sekali," ujar Kenny Kurniawan, manajer produksi Sipoet Zoen, kepada Tribun, di FX Senayan, Jumat (7/9/2012).

Usaha bersama yang dirintis Kenny dan Kevin dimulai pertengahan 2011. Sebelum memutuskan untuk menjadikan keripik berbahan baku siput, muncul diskusi di antara mereka. Setelah pikir-pikir, mereka memutuskan siput dibuat keripik sekaligus cemilan menyehatkan.

Dengan sabar, mereka berbagi tugas. Kevin dalam usaha ini bertugas sebagai juru masak. Ia mengaku suka sekali memasak karena besar di lingkungan keluarga yang dominan kaum hawa. Di lingkungan ini, Kevin ikut-ikutan belajar masak. Kemampuannya memasak menjadi modal Kevin.

Mengawali proses usaha ini bagi Kevin dan Kenny cukup mengasyikkan. Mereka sampai harus mencari tahu di mana mendapatkan bahan baku siput, cara mengolah, sampai memberikan cita rasa untuk siput. Karena tak mungkin mencari sendiri bahan baku siput, keduanya memutuskan untuk membeli siput yang dioven setengah matang.

Halaman1234
Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas