Takut Dijarah, Sopir Truk BBM Mogok Kerja

Ilustrasi Truk Pertamina - kompas.com
BANJARMASINPOST.CO.ID, MATARAM - Puluhan pengemudi truk tangki pengangkut BBC untuk Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (14/9/2012) mogok kerja.
Alasan mereka memilih mogok kerja karena maraknya aksi penjarahan BBM belakangan ini.
Setidaknya dalam satu bulan terakhir telah terjadi tiga kali penjarahan yang dilakukan kelompok masyarakat yang mengatasnamakan petani tembakau.
"Kalau sekadar mengadang biasa, kita masih bisa bernafas lega. Tapi mereka menggunakan senjata," kata Bambang, salah seorang pengemudi yang mogok kerja.
"Mereka juga menggunakan mobil, lalu memaksa supir keluar. Lalu mata ditutup lakban. Setelah semua solar habis dijarah baru truk tangki diserahkan lagi," lanjut Bambang.
Bambang membenarkan setelah beberapa kali aksi penjarahan terjadi polisi kemudian mengawal iring-iringan truk tangki pengangkut BBM.
"Tapi untuk lima truk BBM kepolisian hanya menurunkan dua personilnya," papar Bambang.
Kekecewaan para pengemudi ini bertambah setelah tiga rekan mereka yang menjadi korban penjarahan justru dinonaktifkan untuk sementara waktu.
Menanggapi aksi mogok kerja para pengemudi truk pengangkut BBM ini, Depo Pertamina Ampenan menjanjikan pengawalan polisi yang lebih ketat.
"Kami sudah meminta bantuan kepolisian untuk menurunkan satu aparat polisi untuk satu truk pengangkut BBM," kata Sales Representative Depo Pertamina Ampenan, Galih Pradipto.
Setelah mendapat jaminan keamanan akhirnya para pengemudi truk pengangkut BBM bersedia kembali bekerja.
"Kami sudah meminta bantuan aparat kepilisian untuk mengawal masing-masing truk pengangkut BBB oleh satu orang aparat kepolisian." Kata Galih Pradipto, sales representative Depo Pertamina Ampenan. Para sopir akhirnya bersedia untuk beroperasi kembali pada jum'at siang.

