A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Sarkem, Tempat Prostitusi di Tengah Kota Yogyakarta - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Banjarmasin Post

Sarkem, Tempat Prostitusi di Tengah Kota Yogyakarta

Selasa, 2 Oktober 2012 07:59 WITA
Sarkem, Tempat Prostitusi di Tengah Kota Yogyakarta
KOMPAS.com/ WIJAYA
Papan nama Jalan Pasar Kembang yang menjadi legenda prostitusi di jantung kota Yogyakarta.
BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Di balik daya tarik wisata budaya, Yogyakarta pun memiliki magnet wisata 'esek-esek' yang konon sudah melegenda sejak jaman kolonial Belanda.

"Di sini dulu para selir dan gundik disembunyikan oleh raja-raja dan bangsawan Jawa tempo dulu. Dijaman penjajahan para tentara dan pejabat Belanda juga melepas syahwat di sini," terang Pak Dhe (56), seorang satu tukang becak di Sarkem, yang biasa mendapat uang tambahan dari usahanya mengantar tamu ke lokasi itu.

Sarkem adalah akronim dari Pasar Kembang (pasar bunga). Nama Sarkem sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Yogya. Tak hanya tukang becak, akademisi dan pejabat pun sudah mengenal tempat prostitusi terbesar di kota Gudeg ini.

Lokalisasi yang terletak di Kampung Sosrowijayan itu terhitung masih satu kompleks dengan Malioboro, tepatnya di sebelah selatan stasiun Tugu. Berada di tengah-tengah kota antara Malioboro dan Stasiun Tugu, membuat tempat ini tak pernah sepi dari pengunjung setiap malamnya. "Setiap malam hampir tidak pernah sepi pengunjung. Apa lagi kalau musim liburan, pasti penuh pengunjung ," kata Pak Dhe.

Jalan menuju Malioboro dari arah Barat, jika dilihat dari luar tak lebih dari jalan perkampungan pada umumnya. Hotel-hotel dan penginapan murah yang berjajar di selatan jalan seakan menjadi tirai besar yang menutup lokalisasi yang ada di dalamnya. Untuk bisa masuk ke dalam perkampungan itu, pengunjung harus membayar sebesar Rp 2.000.

Di lokalisasi ini, pengunjung harus berjalan di antara gang- gang sempit untuk bisa sampai ke lokasi. Perempuan-perempuan berpakaian seksi dengan senyum menggoda sudah siap menyambut mereka yang datang ke dalam kampung tersebut. Kolaborasi antara lampu warna-warni, aroma parfum yang menyengat dan musik dangdut koplo akan ditemui di sana, khas lokalisasi..
Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
39342 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas