Rahmadi Disambar Api Bensin untuk Genset
Rahmadi alias Madi (22) warga Desa Peminggir Seberang Kecamatan Pamiggir Kab HSU
Penulis: Ratino Taufik | Editor: Halmien
Luka bakar yang diderita Madi mencapai 80 persen. Hampir sekujur tubuhnya, mulai dari bagian kepala hingga kaki, mengalami luka bakar serius.
Karena itulah, warga setempat kemudian langsung memilih melarikan korban ke rumah sakit di Kota Banjarmasin. Selain karena fasilitas penangangan korban lebih lengkap di Banjarmasin, jarak dari Paminggir ke Banjarmasin melalui Marabahan lebih dekat dibandingkan jika harus membawa korban ke Amuntai.
"Korban langsung dilarikan ke rumah sakit di Banjarmasin dengan menggunakan speed boat. Karena lebih dekat ke Banjarmasin lewat Marabahan ketimbang harus membawanya ke Amuntai," kata Yanoor Pembakal Desa Peminggir Seberang.
Selain Madi, dua orang bocah juga menjadi korban dalam musibah ini, yakni
Muslim (12) dan Misrah (9). Namun kedua bocah tersebut berhasil selamat dan hanya mengalami luka bakar ringan.
Sedangkan kronologis peristiwa ini berawal saat korban berniat hendak membeli bensin ke kios di dekat rumahnya. Kebetulan saat itu listrik di wilayah Desa Paminggir Seberang padam. Korban membeli bensin untuk mengisi mesin genset yang menerangi rumahnya.
Saat berada di kios, korban dilayani oleh kedua bocah yang kebetulan saat itu sedang menjaga kios milik Darsani. Diduga pada saat menuangkan bensin ke dalam jirigen, api dari lampu teplok yang dipakai menerangi kios, menyambar ke bensin.
Tak ayal, Madi yang masih memegang jirigen yang baru diisi bensin langsung disambar api. Karena panik, bensin di dalam jirigen kemudian kembali tumpah ke tubuhnya. Api pun kemudian langsung membakar tubuh Masdi.