Konflik Israel Palestina

Hamas Tantang Israel Lancarkan Serangan Darat

Pada saat para pemimpin internasional mengupayakan solusi diplomatik untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di Gaza, jet-jet tempur Israel terus

Hamas Tantang Israel Lancarkan Serangan Darat
AFP PHOTO/GIANLUIGI GUERCIA
Pemimpin Hamas Khaled Meshaal mengadakan jumpa pers di gedung Journalist Syndicate di Kairo, Mesir, Senin (19/11/2012).

Harian New York Times melaporkan, Senin (19/11/2012), seorang pemimpin Hamas menantang Israel untuk melancarkan serangan darat terhadap Gaza dan mengabaikan upaya diplomatik demi mengupayakan gencatan senjata dalam konflik bersenjata yang sudah berlangsung selama enam hari itu.

Tantangan itu dilontarkan pemimpin politik Hamas, Khaled Meshaal, dalam sebuah konferensi pers di Kairo, Mesir.

"Jika ingin melancarkannya (serangan darat), Anda pasti sudah melakukannya," kata Meshaal. Menurutnya, mobilisasi infanteri Israel di perbatasan dengan Gaza hanya gertak sambal.

Setelah meningkatkan gempuran sepanjang akhir pekan, Israel mulai menjatuhkan bom-bom di rumah-rumah para aktivis Hamas. Serangan-serangan itu meningkatkan jumlah korban sipil. Tercatat, dalam dua hari, 24 warga sipil tewas. Demikian kata seorang pejabat kesehatan Gaza.

Di pihak lain, Mesir memimpin mediasi untuk mengupayakan solusi diplomatik demi dihentikannya serangan dari kedua pihak. Baik Israel maupun Hamas mengklaim membuka tangan untuk penyelesaian diplomatik, tetapi tuntutan yang diajukan keduanya saling bertentangan. Kedua pihak juga menyatakan siap menghadapi eskalasi pertempuran jika perundingan gagal.

Pemimpin Hamas itu berkukuh menolak tuntutan Israel agar kelompok-kelompok militan menghentikan penembakan roket ke wilayahnya. Sebaliknya, Meshaal menuntut Israel memenuhi tuntutan Hamas, yaitu menghentikan blokade atas Gaza.

"Kami tidak menerima syarat-syarat Israel karena merekalah yang agresor. Kami menginginkan gencatan senjata sepanjang hal itu sesuai dengan tuntutan kami," ujar Meshaal.

Seorang pejabat Israel yang menolak namanya disebut mengaku mengharapkan solusi diplomatik dalam krisis tesebut dan memberi isyarat bahwa Mesir kemungkinan memegang peran utama dalam mendorong perdamaian.

"Kami memilih solusi diplomatik jika memungkinkan. Jika hal itu tidak berhasil, kami akan meningkatkan (operasi)," katanya.

Pejabat itu mengatakan, Israel tidak menginginkan "solusi sesaat" yang akan menimbulkan pertempuran dalam beberapa bulan berikutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Anjar Wulandari
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help