• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Banjarmasin Post

BI: Kalsel Optimistis Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Rabu, 28 November 2012 18:23 WITA
BI: Kalsel Optimistis Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
web
bank indonesia
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketidakpastian perekonomian global yang dihadapi pada periode mendatang, tetap harus dihadapi  optimis, karena Kalsel memiliki modal dasar yaitu perekonomian yang telah teruji stabil, permintaan domestik dengan basis kelas menengah yang tengah tumbuh, serta ketersediaan ‘policy space’ yang cukup memadai untuk meredam risiko global

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan, Khairil Anwar mengatakan secara nasional
perkiraan pertumbuhan ekonomi di 2013 akan berada pada kisaran 6,3 persen - 6,7 persen. Sementara, laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan 2013 diperkirakan lebih tinggi dari tahun 2012 dan berada pada kisaran 5,8 persen - 6,3 persen.

Dalam mencapai laju pertumbuhan tersebut, ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2013 akan mengandalkan potensi konsumsi domestik serta pertumbuhan investasi. Laju pertumbuhan investasi di Kalimantan Selatan pada tahun 2013 diperkirakan akan cenderung meningkat pada kisaran 7,0 persen - 7,5 persen (yoy), yang akan ditopang oleh realisasi investasi pada industri pengolahan bijih besi, industri CPO, investasi di sektor kelistrikan, dan investasi infrastruktur lainnya.

"Peningkatan investasi ini, kami harapkan dapat menjaga kekuatan daya beli masyarakat yang menopang konsumsi rumah tangga. Dengan laju inflasi yang stabil serta pendapatan yang meningkat, kami memperkirakan konsumsi rumah tangga dapat tumbuh pada level 5,3 persen - 5,8 persen (yoy)," ujar Khairil.

Sedangkan ancaman melemahnya kegiatan ekspor akan mempengaruhi perkembangan di sektor ekonomi utama seperti sektor pertambangan dan sub sektor perkebunan. Namun demikian, mereka tetap optimis kondisi pada tahun 2013 akan lebih baik dari tahun 2012.

Meskipun pertumbuhan ekonomi Kalsel diprediksikan meningkat, tekanan inflasi pada tahun 2013 diperkirakan masih akan terkendali pada sasaran yang ditetapkan yakni 5,2 persen + 1 persen.

Beberapa potensi inflasi yang perlu diwaspadai diperkirakan bersumber dari kenaikan harga terkait kebijakan pemerintah dalam harga komoditas strategis seperti air minum, listrik, dan bahan bakar minyak. Berkaca dari pengalaman tahun 2012, fluktuasi harga emas perhiasan dan tiket angkutan udara juga berpotensi menjadi kuda hitam pendorong tekanan inflasi pada tahun 2013.
Penulis: Salmah
Editor: Anjar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas