• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Jembatan Basirih Terancam Ambruk

Selasa, 5 Februari 2013 08:22 WITA
Jembatan Basirih Terancam Ambruk
www.skyscrapercity.com
Jembatan Basirih, Banjarmasin.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Parahnya kerusakan Jalan Gubernur Soebardjo akhirnya mengancam umur dan kekuatan Jembatan Basirih. Puluhan kendaraan yang akan menuju Pelabuhan Trisaksi terjebak kemacetan di atas jembatan tersebut. Bila ini dibiarkan, tidak menutup kemungkian jembatan itu ambruk.
    
Pantauan BPost di Jalan Gubernur Soebardjo, Senin (4/2), mobil  bertonase besar nyaris tidak bisa bergerak. Sementara mobil truk hanya bisa merayap, itu pun sudah untung.
    
Para satpam dari terminal petikemas dan kawasan gudang terpaksa turun tangan mengatur lalu lintas seadanya. Para pengendara motor sebagian diarahkan masuk terminal petikemas, untuk menembus kemacetan.
   
Di atas Jembatan Basirih, kemacetan lebih parah lagi. Berjam-jam puluhan truk tidak bisa bergerak. Ini dipicu kondisi jalan yang rusak parah. Lubang-lubang besar menghambat lancarnya jalan mobil. Kondisi ini diperparah dengan jalan yang tergenang air dan berlumpur.
    
Rohminah, warga Tembus Mantuil, berusaha melewati jalan yang rusak parah itu. Akibatnya dia terjatuh bersama sepeda motornya. “Saya kira tidak ada lubang, ternyata ada lubang. Dalam lagi,” ujarnya, Senin (4/2).
    
Rohim, sopir truk dari Lianganggang, mengatakan dia sangat waswas saat terjebak kemacetan di atas Jembatan Basirih. Pasalnya puluhan kendaraan bertonase besar menumpuk di atas jembatan tersebut.
    
“Hari-hari macet. Saya takut jembatan roboh, karena bisa berjam-jam puluhan kendaraan tertumpuk di atas jembatan. Saya bingung juga cari jalan alternatif,” ujarnya.
    
Direktur Poliban, Darmawani, mengatakan sebuah jembatan tidak dirancang untuk menahan beban mati. Artinya, jembatan dirancang untuk menahan beban berjalan. Tidak boleh kendaraan bertahan lama di atasnya.
    
“Puluhan kendaraan berjam-jam di atas Jembatan Basirih sangat berbahaya, Jembatan bisa ambruk,” ujarnya.

Mogok
    
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pelabuhan Trisakti, Joko Wahono, sangat geram dengan kondisi ini. Dia menilai Pemprov Kalsel sangat lambat mengantisipasinya.
    
“Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalsel tidak cekatan dalam menyikapi masalah ini,” ujarnya.
    
Menurut dia, Pemprov tidak bisa lagi menunggu anggaran turun. Tapi harus memanfaatkan atau menggunakan dana talangan. “Kemacetan kini makin parah. Lebih dari 40 kendaraan berat yang terjebak macet di atas Jembatan Basirih. Jembatan itu bisa terancam runtuh, bila kondisi dibiarkan demikian,” ujarnya.
    
Tidak hanya itu, lanjut Joko, kerugian juga dialami para sopir karena pengiriman jadi terlambat.
    
“Kami akan datangi Pemprov Kalsel, meminta sikap. Jika langkah kami tidak disikapi, kami akan ambil langkah aksi mogok. Sekarang saja banyak sopir yang sudah mogok,” ujarnya.
    
Pengusaha ekspedisi muatan angkatan laut (EMKL), H Abdul Fatah, mengatakan pengangkutan barang ke gudangnya terhambat.
    
“Setiap hari rata-rata pengiriman ke gudang tiga putaran. Sekarang, hanya mampu satu putaran. Tak bisa dipaksakan menjadi dua rit, karena gudang pada malam hari tutup. Terpaksa keesokan harinya,” ujar pemilik PT Multiyasa Prima Guna ini.
    
Terhambatnya pemasukan barang ke gudang ini, kata Abdul, sudah berlangsung selama dua bulan lamanya. Jika dibiarkan, maka perekonomian Banjarmasin, bahkan Kalsel, akan terhambat.
    
“Kami memasok sembako. Kalau di sini terhambat, ke masyarakat juga terhambat,” ujarnya.

Bersabar
    
Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, meminta masyarakat bersabar.  “Jalan itu berada tanah rawa. Makanya, kami akan meningkatkan status jalan jadi semen. Ini juga mengingat arus lalu lintas yang padat dengan muatan barang,” ujarnya.
    
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel, Martinus, mengatakan penanganan Jalan Gubernur Soebardjo sifatnya masih sementara.
    
“Kemungkinan pada pertengahan Februari sudah mulai perbaikan menyeluruh, pelebaran jalan dan peningkatan kapasitas jalan,” ujarnya.
    
Sebelumnya dia mengatakan, proses pengerjaan jalan itu, jika tidak ada hambatan, akan memakan waktu selama tiga bulan, terhitung setelah tanda tangan kontrak.
    
Adapun dana yang tersedia untuk peningkatan jalan dari Pelabuhan Trisakti hingga Jembatan Basirih sebesar Rp 10 miliar. Dari Jembatan Basirih hingga menuju Lianganggang, alokasi dana sebesar Rp 25 miliar.
    
Pantauan dari Lianganggang menuju Pelabuhan, untuk menghindari kemacetan parah dari SPBU Basirih, Jembatan Basirih hingga lewat Pasar THR Banjarmasin Barat, banyak para pengendara, khususnya sepeda motor dan truk, mencari akses alternatif.
    
Sayangnya, akses ‘jalan tikus’ itu berujung dari keluhan warga sekitar.  “Kalau sepeda motor tidak jadi masalah, asal tidak ngebut. Sekarang ini banyak truk masuk kompleks. Di sini kan banyak anak-anak, belum lagi jalan kami juga jadi cepat rusak,” ujar seorang warga.
    
Masih dari pantauan, akses tersebut terus lanjut ke Jalan Tembusmantuil, Pelambuan hingga berakhir di KS Tubun. “Memang terputar-putar, tapi setidaknya ini bisa jadi alternatif jalan. Daripada macet dan kendaraan kita kotor setelah Jembatan Basirih itu kan banyak lubang, baik kita lewat pemukiman warga tembus ke kota,” kata seorang pengendara motor, Ijul warga Lianganggang. (kur/has/dia)
Editor: Anjar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
109791 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas