• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Surat Miskin

Selasa, 12 Februari 2013 09:02 WITA
BANJARMASINPOST.CO.ID - BERKURANGNYA jumlah penerima Jamkesmas di Kabupaten Banjar pada 2013 menimbulkan polemik baru. Terlebih bagi masyarakat miskin yang tidak tercakup dalam data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
         
Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Ikhwansyah mengkhawatirkan berkurangnya jumlah penerima Jamkesmas berdampak meningkatnya jumlah pasien berobat menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu).
        
“Sampai saat ini sekitar 400 pasien, jumlah pastinya saya tidak ingat. Pasien SKTM ini membludak,” ucapnya.
          
Menurut dia, pasien SKTM tentu jadi beban rumah sakit dan Pemkab Banjar. “Memang jadi beban kami, tapi kami siap menampung. Melalui APBD, kami sudah minta Rp 500 juta untuk pasien SKTM,” kata dia.
         
Walau sudah ada dana dan RSUD Ratu Zalecha Martapura mau membantu, namun bukan berarti pasien bisa sembarangan meminta pelayanan kesehatan disesuaikan kelas III. “Kadang pasien SKTM minta kamar kelas I dan fasilitas berlebih lainnya,” ungkapnya.
          
Mengenai hal itu, Kepala Dinkes Banjar Yasna Khairina mengakui jumlah penerima Jamkesmas di Kota Serambi Makkah berkurang. Jika sebelumnya ada 119 ribu warga yang dapat, kini hanya 82 ribu peserta Jamkesmas. Artinya jumlah penerimanya berkurang sekitar 37 ribu.
    
Turunnya jumlah peserta Jamkesmas, Yasna memperkirakan dipengaruhi turunnya jumlah masyarakat miskin di Kabupaten Banjar.
         
“Kami tidak bisa berbuat banyak karena pengolahan data peserta jamkesmas berasal dari pendataan BPS (Badan Pusat Statistik) oleh TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Lalu, dikirim ke Kementerian Kesehatan untuk pencetakan kartu. Jadi, kami hanya menerima hasilnya,” terangnya.
          
Disinggung banyaknya jumlah selisih antara data terdahulu, Yasna justru mengaku khawatir.  “Tahunya mereka kita yang mengurusi, padahal itu data dari TNP2K. Takutnya yang belum dapat itu menagih,” kata dia.
          
Karena tidak masuk dalam Jamkesmas, sehingga banyak warga yang sakit dan kehidupannya miskin malam berganti mengandalkan surat keterangan tidak mampu (SKTM).
          
“Dari informasi dari RSUD Ratu Zalecha Martapura saat ini ada sekitar 400 warga yang berobat menggunakan SKTM. Tentu itu di luar Jamkesmas,” ungkapnya. (nic)
Editor: Anjar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
113862 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas