A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Banjir 2,5 Meter Kepung di Sintang - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Banjarmasin Post

Banjir 2,5 Meter Kepung di Sintang

Senin, 18 Februari 2013 20:22 WITA
Banjir 2,5 Meter Kepung di Sintang
kompas.com
ilustrasi: Kondisi banjir di kawasan Kampung Mojo, Solo, Jawa Tengah, Senin (2/1). Hujan deras selama enam jam menyebabkan Bengawan Solo meluap dan membanjiri permukiman warga di sekitar bantaran sungai tersebut.
BANJARMASINPOST.CO.ID, SINTANG -  Dua Kecamatan di Kabupaten Sintang kembali terendam banjir, air mulai naik sejak empat hari lalu. Akibatnya aktivitas warga nyaris lumpuh.

Tinggi air saat ini mencapai 2,5 meter dan masih diperkirakan akan terus naik seiring curah hujan yang masih cukup tinggi.

Anggota Badan Permuswaratan Desa (BPD) Nanga Tebidah Kecamatan Kayan Hulu Pendi Saputra, menuturkan kondisi saat ini di kecamatan kayan hulu hampir 20 desa dari 29 desa sudah terendam banjir. Terutama masyarakat yang bermukim di pinggiran sungai.

"Kalau yang dipinggiran sungai sudah ada yang mencapai 2.5 meter dan air ada juga yang hampir sampai ke atap.," ujar Pendi kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (18/2/2013).

Ia mengatakan masyarakat sudah sulit untuk bekerja, bahkan sekolah sempat diliburkan. Kendati banjir ia mengaku arus transportasi masyarakat masih ada yang bisa dilewati sebab di dataran tinggi masih terlihat jalan.

Sementara di tempat yang rendah, masyarakat terpaksa menggunakan transportasi air berupa sampan. Akibat banjir, dikatakannya sudah banyak warga yang mengungsi. Baik ke rumah kerabat maupun ke sekolah, gedung, maupun tenda yang dibangun di tempat yang lebih tinggi.
Editor: Edibpost
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas