Sabtu, 31 Januari 2015

Soller Bingung Bayar Operasi Istri

Jumat, 1 Maret 2013 06:21 WITA

Soller Bingung Bayar Operasi Istri
KOMPAS.com
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)

Saat dihubungi, meski mengaku sudah lega, Moukwelle mengaku masih memendam rasa kecewa dan marah jika mengingat pengalaman kelamnya saat menjadi pemain sepak bola di liga Indonesia. “Saya tidak ingin membahasnya lagi. Saya sudah lupakan itu semua. Sekarang saya hanya akan menatap ke depan,” kata dia, kemarin.

Ia hanya mengatakan bersyukur bisa kembali. Bahkan, kepulangannya membawa berkah. Sang ibu yang semula parah terkena sakit kanker, kini perlahan membaik.

Pesepak bola yang sebelum di Indonesia bermain di Championnat de France amateur atau liga divisi empat di Perancis itu, mengaku masih ingin beristirahat guna menyembuhkan sakitnya. “Saya belum tahu ke depan. Masih mau istirahat dulu ini. Kepala masih sering pusing,” katanya.

Ketidakeberuntungan hidup pesepak bola asing di Indonesia, tidak hanya dialami Moukwelle dan Diego Mendeita (sudah meninggal, Red). Masih banyak pemain lain mengalami nasib serupa. Sebutlah Syilla Mbamba (Mali), Camara Abdoulaye Sekou (Guenea) dan Salomon Begondo (Kamerun).

Tiga pemain ini berasal dari gabungan dua tim, Persipro Probolinggo dan Bondowoso United yang tampil di Divisi Utama PSSI. Mereka terpaksa mengamen dan mengemis akibat gaji yang belum terbayar sejak Juli 2012. Uang kontrak mereka senilai Rp 150 juta hingga Rp 250 juta, kabarnya belum dibayar. Masih beruntung bagi Camara karena kini bermain di Persiwa, Wamena, Papua.

Pemain asing andalan Persebaya, Fernando Soler, juga punya cerita yang tak mengenakkan. Ia sempat kebingungan menebus biaya persalinan operasi cesar istrinya di RS Mitra Keluarga Surabaya, gara-gara tak punya cukup uang. Itu terjadi karena gaji Soler sempat macet di Persis Solo. Pemain asal Argentina ini tak mengantongi banyak uang ketika pindah ke Surabaya.

Maksud hati ingin memperbaiki nasib dengan pindah ke Persebaya, tapi saat ia pindah, kondisi di Persebaya setali tiga uang. Saat itu, pasokan dana subsidi dari regulator kompetisi ke Persebaya, juga sedang macet.

Halaman12
Editor: Syamsudin
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas