A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Soller Bingung Bayar Operasi Istri - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Banjarmasin Post

Soller Bingung Bayar Operasi Istri

Jumat, 1 Maret 2013 06:21 WITA
Soller Bingung Bayar Operasi Istri
KOMPAS.com
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
BANJARMASINPOST.CO.ID - MOUKWELLE Ebwanga Silvain akhirnya bisa pulang ke Perancis. Dia pun merelakan gaji yang kabarnya mencapai ratusan juta rupiah tidak dibayar. Bagi dia, yang terpenting bisa pulang. Dia kapok menjadi pemain profesional sepak bola di Indonesia.

Saat dihubungi, meski mengaku sudah lega, Moukwelle mengaku masih memendam rasa kecewa dan marah jika mengingat pengalaman kelamnya saat menjadi pemain sepak bola di liga Indonesia. “Saya tidak ingin membahasnya lagi. Saya sudah lupakan itu semua. Sekarang saya hanya akan menatap ke depan,” kata dia, kemarin.

Ia hanya mengatakan bersyukur bisa kembali. Bahkan, kepulangannya membawa berkah. Sang ibu yang semula parah terkena sakit kanker, kini perlahan membaik.

Pesepak bola yang sebelum di Indonesia bermain di Championnat de France amateur atau liga divisi empat di Perancis itu, mengaku masih ingin beristirahat guna menyembuhkan sakitnya. “Saya belum tahu ke depan. Masih mau istirahat dulu ini. Kepala masih sering pusing,” katanya.

Ketidakeberuntungan hidup pesepak bola asing di Indonesia, tidak hanya dialami Moukwelle dan Diego Mendeita (sudah meninggal, Red). Masih banyak pemain lain mengalami nasib serupa. Sebutlah Syilla Mbamba (Mali), Camara Abdoulaye Sekou (Guenea) dan Salomon Begondo (Kamerun).

Tiga pemain ini berasal dari gabungan dua tim, Persipro Probolinggo dan Bondowoso United yang tampil di Divisi Utama PSSI. Mereka terpaksa mengamen dan mengemis akibat gaji yang belum terbayar sejak Juli 2012. Uang kontrak mereka senilai Rp 150 juta hingga Rp 250 juta, kabarnya belum dibayar. Masih beruntung bagi Camara karena kini bermain di Persiwa, Wamena, Papua.

Pemain asing andalan Persebaya, Fernando Soler, juga punya cerita yang tak mengenakkan. Ia sempat kebingungan menebus biaya persalinan operasi cesar istrinya di RS Mitra Keluarga Surabaya, gara-gara tak punya cukup uang. Itu terjadi karena gaji Soler sempat macet di Persis Solo. Pemain asal Argentina ini tak mengantongi banyak uang ketika pindah ke Surabaya.

Maksud hati ingin memperbaiki nasib dengan pindah ke Persebaya, tapi saat ia pindah, kondisi di Persebaya setali tiga uang. Saat itu, pasokan dana subsidi dari regulator kompetisi ke Persebaya, juga sedang macet.

“Saya bingung bayar operasi cesar istri saya pakai uang apa. Tidak ada uang sama sekali ketika itu. Saya beruntung, manajer Persebaya (Saleh Hanifah) memberi saya uang,” ujar Soler.

Itu belum termasuk nasib nahas para pemain lain. Para pemain asing Persebaya DU (Divisi Utama), Charles Orock, Camara Fassawa dan Sackie Doe, sempat hidup terlunta-lunta, di musim kompetisi 2011. Mereka bertiga harus tidur di mes pemain yang sempit, tanpa pasokan gaji.

Berita meninggalnya pelatih asal Rep Ceko, Miroslav Janu, karena serangan jantung, juga diiringi kabar tak sedap. Gaji Janu selama tujuh bulan di Persela Lamongan, kabarnya juga belum dilunasi. Namun, bos PT Lapindo Brantas selaku orang yang membawa Janu ke Indonesia, Andi Darussalam Tabussala, membantahnya.

Banyaknya kasus gaji macet inipun seperti menjadi angin lalu saja. Peristiwa berulangkali terjadi, tapi segera dilupakan dan kasus berikutnya, bisa jadi tinggal menunggu waktu saja.

Yang dialami  Moukwelle ini jelas bak langit dan bumi dengan hidup glamour para pemain asing lain yang beruntung. Mantan pemain Premiership Inggris, Darren Bent, misalnya, pernah dibayar Rp 3 miliar oleh klub kaya Mitra Kutai Kertanegara. Itu belum termasuk fasilitas rumah mewah dan mobil Mitsubishi Pajero Sport. (surya/ab)

Editor: Syamsudin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
123681 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas