A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ada Pejabat Nasabah GTIS - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Banjarmasin Post

Ada Pejabat Nasabah GTIS

Jumat, 8 Maret 2013 07:24 WITA
Ada Pejabat Nasabah GTIS
net
Ilustrasi
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kantor Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) Cabang Banjarmasin di Jalan Brigjen Hasan Basry (Kayutangi) sepi. Tidak ada aktivitas berarti di dalam kantor. Pelayanan transaksi pembelian sementara dihentikan.

Dari kalangan mana saja nasabah yang tergabung di GTIS kantor cabang Banjarmasin?

Hani, custumer service GTIS Banjarmasin mengatakan mereka yang tergabung jadi nasabah di GTIS Cabang Banjarmasin merupakan kalangan menengah ke atas dominan warga Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Pejabat di daerah ini juga menjadi nasabah. Ada yang tertinggi sampai 10 kilogram membeli emas,” beber wanita berkerudung itu, Kamis (7/3).

Meski dalam kondisi sepi, kantor GTIS tetap beroperasi. Bermacam elemen kantor masih ada dan tertata rapi. Seperti pamflet, tumpukan berkas, meja kursi, komputer hingga pernak-pernik piagam penghargaan yang dipigura menghiasi bagian dalam interior kantor.

Beberapa pegawai yang ditemui senantiasa selalu tersenyum dan ramah. Mereka masih menunggu kabar terbaru dari Jakarta. Sesekali pegawai menerima dan menjelaskan situasi kepada nasabah yang datang atau menghubungi melalui telepon.

“Sejak minggu-minggu ini kantor sepi. Ada nasabah yang datang menanyakan kabar perkembangan. Bukan tanda mereka resah, cuma ingin tahu informasi terbaru saja karena, kita juga menunggu kabar dari pusat,” ujar Hani.

Perempuan manis berkerudung ini mengatakan, pengumuman yang ditunggu yakni hasil pengumuman susunan direksi baru, sistem baru dan mekanisme baru. “Bila itu sudah diterima baru kita akan laksanakan operasional seperti sedia kala,” tuturnya.

Kata pegawai yang memulai karier di GTIS sebagai marketing ini, nasabah tidak ada yang resah. Pasalnya, mereka memegang produk GTIS yakni emas sehingga tidak perlu khawatir. “Yang nasabah pegang itu bukan emas bodong seperti dituduhkan dalam pemberitaan, tapi emas dengan kualitas bagus,” ucap Hani memulai kerja di GTIS sejak Juni 2012.

Dalam situasi yang memang belum pulih, sulit bagi marketing GTIS menawarkan produk. “Baru telepon calon pembeli, eh sudah dimatikan teleponnya,” keluhnya.

Ditemani rekannya, Anita, Hani mengatakan kondisi seperti ini dirasakan sejak permasalahan mencuat. Saat ini paling hanya melayani nasabah dalam transaksi jual emas atau perpanjangan kontrak. Sementara untuk pembelian atau nasabah baru stop sementara.

“Dulu waktu awal-awal kita buka, penjualan sangat ramai. Waktu kantor baru-baru diresmikan nasabah berdatangan sendiri. Kini dengan adanya permasalahan ini sepi,” urainya.

Imbas dari permasalahan di GTIS diakui Deny Aryanto, marketing freelance GTIS Banjarmasin Banjarbaru, menjadikan turunnya kepercayaan masyarakat berbisnis bersama GTIS. Namun dikatakannya, GTIS akan beroperasi kembali dengan normal.

“Memang otomatis sekarang tidak bisa menawarkan produk. Saat ini kepercayaan masyarakat lagi turun. Saya berharap GTIS tetap jalan dan nasabah tetap optimis,” katanya.

Kepala Cabang GTIS Banjarmasin Aya Sofia mengatakan 13 Maret juga digelar pertemuan dengan nasabah untuk sosialisasi kebijakan baru lainnya. Kegiatna itu serentak digelar cabang-cabang lain termasuk nasabah di Kalsel.

GTIS memililiki 118 nasabah di Banjarmasin dan Banjarbaru dengan besaran investasi bervariasi dengan total investasi sekitar Rp 70 miliar.

Aya membenarkan sementara ini belum terima pembelian dan nasabah baru, hingga ada kebijakan baru. “Banyak yang mau daftar membeli dan jadi nasabah baru. Tapi sementara ini kita tahan dulu. Masyarakat mohon sabar dan untuk nasabah agar tetap optimis,” jelas Aya yang saat dikontak masih sibuk ikuti rapat jajaran kepala Cabang di Jakarta.

Berbenah
PT GTIS terus berbenah memulihkan harumnya bisnis investasi hingga sosialisasi dan upaya mempertahankan nasabah serta bisnis agar tetap jalan.

Para nasabah masih dalam posisi tenang dan tidak khawatir karena memiliki produk berupa emas yang mereka pegang. Mereka masih optimis jika GTIS akan mampu kuat dalam dunia bisnis investasi syariah.

“Kita tidak resah, karena emas kita pegang. Jadi tidak khawatir, kalau menanyakan itu cuma ingin tahu kabar terbaru saja. Tidak ada masalah dalam berbisnis itu pasti kan ada resiko, di GTIS saya rasa risikonya kecil,” ujar seorang nasabah GTIS yang namanya enggan ditulis di koran.

Hani, custumer service GTIS Banjarmasin mengatakan risiko kerugian untuk nasabah kecil karena produk emas memang di tangan. “Intinya nasabah beli emas dan dapat produknya. Dapat dua persen per bulan selama enam bulan. Setelah enam bulan ini bisa diperpanjang atau dijual, kalau dijual harga kembali di harga awal,” katanya.

Edi Karno, salah satunya. Owner cabang Ayam Penyet Surabaya punya komunitas bisnis jual beli emas di Banjarmasin, yakni grup gila emas Banjarmasin. Ada puluhan anggota di komunitas tersebut.

“Bisnis emas batangan saja. Kerjasama dengan sebuah bank, dengan sistim beli gadai, bila fluktuatif harga kita bisa ambil untung, seru di komunitas karena bisa haring untuk tips and trik berbisnis emas, “ katanya.

Lalu bagaimana terkait GTIS, warga GTIS ini mengatakan tidak berminat. “Saya tidak ikut, ada beberapa kawan yang ikut. Saya ragu, basik bisnis GTIS ini saya rasa trading, sehingga saya berpikir dari mana bisnis syariahnya,” katanya. (kur)
Editor: Syamsudin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
127311 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas