Ada Pejabat Nasabah GTIS

Kantor Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) Cabang Banjarmasin di Jalan Brigjen Hasan Basry (Kayutangi) sepi. Tidak ada aktivitas

Ada Pejabat Nasabah GTIS
net
Ilustrasi

Dari kalangan mana saja nasabah yang tergabung di GTIS kantor cabang Banjarmasin?

Hani, custumer service GTIS Banjarmasin mengatakan mereka yang tergabung jadi nasabah di GTIS Cabang Banjarmasin merupakan kalangan menengah ke atas dominan warga Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Pejabat di daerah ini juga menjadi nasabah. Ada yang tertinggi sampai 10 kilogram membeli emas,” beber wanita berkerudung itu, Kamis (7/3).

Meski dalam kondisi sepi, kantor GTIS tetap beroperasi. Bermacam elemen kantor masih ada dan tertata rapi. Seperti pamflet, tumpukan berkas, meja kursi, komputer hingga pernak-pernik piagam penghargaan yang dipigura menghiasi bagian dalam interior kantor.

Beberapa pegawai yang ditemui senantiasa selalu tersenyum dan ramah. Mereka masih menunggu kabar terbaru dari Jakarta. Sesekali pegawai menerima dan menjelaskan situasi kepada nasabah yang datang atau menghubungi melalui telepon.

“Sejak minggu-minggu ini kantor sepi. Ada nasabah yang datang menanyakan kabar perkembangan. Bukan tanda mereka resah, cuma ingin tahu informasi terbaru saja karena, kita juga menunggu kabar dari pusat,” ujar Hani.

Perempuan manis berkerudung ini mengatakan, pengumuman yang ditunggu yakni hasil pengumuman susunan direksi baru, sistem baru dan mekanisme baru. “Bila itu sudah diterima baru kita akan laksanakan operasional seperti sedia kala,” tuturnya.

Kata pegawai yang memulai karier di GTIS sebagai marketing ini, nasabah tidak ada yang resah. Pasalnya, mereka memegang produk GTIS yakni emas sehingga tidak perlu khawatir. “Yang nasabah pegang itu bukan emas bodong seperti dituduhkan dalam pemberitaan, tapi emas dengan kualitas bagus,” ucap Hani memulai kerja di GTIS sejak Juni 2012.

Dalam situasi yang memang belum pulih, sulit bagi marketing GTIS menawarkan produk. “Baru telepon calon pembeli, eh sudah dimatikan teleponnya,” keluhnya.

Ditemani rekannya, Anita, Hani mengatakan kondisi seperti ini dirasakan sejak permasalahan mencuat. Saat ini paling hanya melayani nasabah dalam transaksi jual emas atau perpanjangan kontrak. Sementara untuk pembelian atau nasabah baru stop sementara.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Syamsudin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help