Hercules Dipaksa Jalan Jongkok

Hercules Rozario Marcel, tokoh pemuda Timor Leste di Jakarta, tak berkutik di tangan satuan Brimob

Hercules Dipaksa Jalan Jongkok
BERITA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Hercules (tengah, jongkok) beserta puluhan anak buahnya digiring oleh aparat ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2013) malam. Mereka ditangkap terkait bentrokan dengan membawa senjata api di kawasan Jalan Lapangan Bola, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, sore harinya.

“Hei, jalan jongkok kamu! Jalan jongkok!” bentak sejumlah personel Brimob kepada Hercules dan puluhan anak buahnya saat dikeler dari gedung Resmob ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya berjarak sekitar 40 meter.

Saat ditangkap di Perumahan Kebon Jeruk Indah, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Hercules dan 45 anak buahnya tidak berdaya ketika Resmob Polda Metro Jaya dipimpin Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Hengky Heryawan datang bersama sekitar 20 anak buahnya. membawa senjata laras panjang.

Hercules dan kelompoknya langsung diperintahkan telungkup dengan tangan ke belakang dan diplakban.

“Herculesnya mana... Hercules mana? Tangkap langsung borgol...  lakban... lakban,” perintah Hengky saat turun dari mobilnya.

Hercules bersama 49 anak buahnya pun resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Hercules yang juga ketua umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru GRIB dituduh melakukan penghasutan terhadap sejumlah orang, melakukan perlawanan terhadap petugas, kepemilikan senjata api, dan pemerasan.

Khusus untuk pemerasan, Hercules dan anak buahnya diduga memeras di beberapa perusahan di Jakarta mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Dari hasil pemeriksaan 50 orang terbukti melakukan pelanggaran hukum dan kita lakukan penahanan,” kata juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (9/3).  

Rikwanto menjelaskan, dari 51 orang yang ditangkap di kawasan pertokoan Rich Place, Kembangan, Jakarta Barat pada Jumat (8/3) sore, satu orang dilepas karena tidak terbukti terlibat.

Hercules dan M Sidik dikenakan pasal 160 tentang penghasutan dan melawan petugas dan melanggar pasal 214 KUHP. Hercules juga dikenakan UU Darurat nomor 12 tahun 1951 setelah di rumahnya ditemukan senjata jenis FN dengan peluru 27 butir tanpa izin. “Dia juga terkena kasus pemerasan,” ungkap Rikwanto.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Hengki Haryadi menyebut, aksi pemerasan yang dilakukan Hercules dan anak buahnya sudah lama berlangsung. “Korbannya perusahaan, diperas ratusan juta, bahkan miliaran rupiah,” ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Halmien
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help