DPRD Temukan Penyimpangan Tunjangan

Pak Gurunya Memakai Anting-anting

Aksi foya-foya menggunakan dana tunjangan sertifikasi masih saja terjadi di provinsi ini. Seperti yang ditemukan anggota DPRD Banjar.

Pak Gurunya Memakai Anting-anting
net
Ilustrasi

Anggota Komisi IV H Djamhari mengaku pernah melihat seorang pria guru yang mengenakan anting-anting emas. Juga sering melihat perempuan guru yang rambutnya dicat warna-warni. Gaya hidup mereka pun ‘gaul’.

“Saya sangat miris melihatnya. Seorang guru kok seperti itu.  Jangan mentang-mentang dapat sertifikasi, terus bisa bergaya,” kata Djamhari yang dulunya kepala sekolah ini di Martapura, kemarin.

Dia mengungkapkan, dia bertemu para guru ‘gaul’ itu saat melakukan kunjungan kerja di Aluhaluh dan Sungaibatang, Martapura Barat.

Ketua Komisi IV DPRD, H Gusti Abdurrahman tidak menampik perubahan perilaku guru, terkait tunjangan sertifikasi yang diperolehnya.

“Sering kami temui yang seperti itu. Banyak dari mereka taraf hidupnya mulai naik. Tapi apakah itu diimbangi dengan mutu pengajaran mereka? Itu yang jadi pertanyaan,” tegasnya.

Meski tidak secara tegas menyalahkan penyimpangan penggunaan tunjangan sertifikasi itu, pria yang biasa disapa Antung Aman itu mengatakan program sertifikasi ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengajar. Bukan malah untuk memenuhi keperluan pribadi, seperti penampilan fisik.

“Harusnya tunjangan itu untuk membeli laptop atau sesuatu yang bisa membekali dan menambah ilmunya. Bukan malah pamer kemapanan,” tegas dia.

Halaman
1234
Editor: Syamsudin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help