A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Bawang Merah Juga Diimpor dari Perancis dan Belanda - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Banjarmasin Post

Bawang Merah Juga Diimpor dari Perancis dan Belanda

Kamis, 21 Maret 2013 16:10 WITA
Bawang Merah Juga Diimpor dari Perancis dan Belanda
TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI
Penjual bawang merah sedang memilih bawang di pasar 16 Ilir Palembang, Selasa (12/3/2013). Harga bawang merah terus meroket dalam 3 hari terakhir kenaikan harga bawang ini mencapai harga Rp 45 ribu, kenaikan harga ini disebabkan karena kurangnya pasokan.
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Mahalnya harga bawang merah sekarang ini karena petani tidak tertarik tanam bawang dengan alasan biaya produksi  lebih mahal daripada harga jual.

"Bawang impor per kg hanya Rp 9 atau Rp 10 ribu. Sedangkan biaya tanam dan rawat bawang merah Indonesia jika dijual harganya Rp 19 sampai Rp 25 ribu per kilo," kata peneliti dari LIPI Dhani Agung didampingi Ketua Komisi IV DPR Romahurmuzy menjelaskan tentang penyebab langkanya bawang merah yang terjadi beberapa hari kemarin, hingga harga tinggi tidak wajar, di Gedung DPR RI, Kamis (21/3).

Menurut Dhani, sekarang ini Indonesia impor bawang mereah tidak saja dari China dan India, melainkan juga Perancis dan Belanda. "Hanya saja, bawang merah Indonesia lebih enak, krispi dan garing serta pedas dibandingkan bawang impor, karena musim tanam bawang kita pada musim kering," ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya mahalnya bawang itu karena pengaturan yang salah. Saat tidak diatur harga normal saja, setelah diatur mahal. Bahkan impor bawang sekarang tidak terkendali karena ada kartel yang sulit untuk ditangkal.

"Jika distribusi dan pengadaan bawang pada jalur yang benar, harga tidak mahal tapi ketika lewat jalan berliku, atau diciptakan pasar tertentu yang membuat harga jadi tinggi," ujarnya.
Penulis: H. Murjani
Editor: Halmien
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
134452 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas