A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Jemaah Umrah Tidur di Garasi - Banjarmasin Post
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 19 April 2014
Banjarmasin Post

Jemaah Umrah Tidur di Garasi

Rabu, 3 April 2013 08:49 WITA
Jemaah Umrah Tidur di Garasi
Aprianto
ilustrasi: Suasana pelepasan jemaah umroh dari Korem 101 Antasari, Sabtu (26/5/2012).
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Emosi membuncah di hati ratusan anggota jemaah umrah asal Kalsel dan Kalteng. Berhari-hari sudah berada di Jakarta tetapi tidak kunjung diterbangkan ke Tanah Suci.

“Kami telantar di sini,” ucap salah seorang anggota jemaah, Subhan kepada BPost, Selasa (2/4).

Dia mengungkapkan jemaah yang hingga kini belum mendapat kepastian berangkat ke Arab Saudi itu berjumlah 56 orang dari Kalsel dan 69 orang dari Kalteng.

Mereka menggunakan jasa rom bongan Travel Borgo Kelana Tour yang memiliki cabang di Banjarmasin dan Palangkaraya. Selama di Jakarta, rombongan dari Kalsel ditempatkan di salah satu rumah di kawasan Bintaro.

Sementara rombongan dari Kalteng ditempatkan di kawasan Pondok Gede. Kabarnya, dua rumah itu milik keluarga pemilik travel. Sebelumnya, mereka pernah ditempatkan di penginapan dan asrama haji.

Tragisnya, sebagai jemaah yang sudah membayar, mereka harus tidur dalam kondisi seadanya. Hanya beralas tilam, bahkan ada yang berdesakan tidur di dalam garasi.

“Jadwal terbang terus ditunda. Selama itu pula kami mengeluarkan biaya sendiri untuk hidup di sini,” tegas Subhan.

Sudah berapa lama? “Rombongan dari Kalsel sudah 10 hari, sementara dari Kalteng sudah sebulanan lebih,” tegas dia.

Diungkapkan Subhan, semula mereka dijanjikan terbang pada 26 Februari 2013 kemudian diundur 15 Maret 2013. Tetapi gagal lagi. Baru pada 23 Maret 2013, jemaah diberangkatkan namun hanya sampai Jakarta. “Di sana, kami diinapkan karena pemberangkatan kembali ditunda menjadi 30 Maret 2013,” ujarnya.

Pada akhir Maret, lagi-lagi pemberangkatan batal. Janji terbaru menyebut 4 April 2013. Tetapi hingga kemarin, pasti-tidaknya penerbangan belum ada. Saat mendatangi kantor pusat biro travel itu di kawasan Cilandak Barat, kantor itu sepi. Petugasnya pun tidak bisa memberi jawaban tegas jika ditanya.

“Jawaban pihak travel simpang siur. Dirutnya sulit dihubungi. Siang ini (kemarin) kami belum diberi makan. Kami kelaparan. Belum kebutuhan lain, kami harus membeli sendiri,” tegas dia.

Emosi bercampur kegelisahan juga dialami anggota jemaah lain, Hasbullah. Warga Selat Hilir, Kapuas Kalteng juga mengaku bingung karena masa cutinya sebagai PNS (pegawai negeri sipil) hanya 20 hari.

Untung saja, setelah mengungkapkan kondisi yang dialami, dia mendapat dispensasi dari atasan.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Kami berdoa terus di pondokan agar bisa jelas keberangkatannya. Kami tidur cuma pakai tilam kecil, berdesakan. Kalau batal diberangkatkan, kami akan tuntut karena sudah banyak merugi,” kata Hasbullah.

Saat dikonfirmasi, Branch Manager Travel Borgo Kelana Tour Cabang Banjarmasin, Muin mengakui terjadi keterlambatan keberangkatan. Namun, dia menegaskan jemaah tidak ditelantarkan.

“Ini saya sedang di Jakarta, mendampingi proses pemberangkatan. Tidak benar jika telantar. Awal kendala itu karena pesawat mengalami trouble jadi tidak bisa sesuai jadwal dan tidak bisa diberangkatkan sekaligus. Harus bergiliran,” katanya.

Diungkapkan Muin, dari sekitar 400 anggota jemaah, sudah diberangkatkan 80 persen di antaranya. Bagi yang belum berangkat ditempatkan di tempat yang layak.

“Selama menunggu, mereka juga kami urus secara baik, termasuk soal makan dan penginapan. Kami terus back up dan seluruhnya akan berangkat. Pada 5 April 2013 ini ada lagi yang berangkat. Memang belum semuanya,” tegas dia. (kur/ami)


Travel Belum Terdaftar


 Menyinggung status Travel Borgo Kelana Tour, Kepala Kemenag Kalsel H Abdul Halim H Ahmad menegaskan tidak terdaftar. Artinya, jemaah menggunakan jasa lembaga yang tidak memiliki izin dari Kemenag Kalsel.

“Kami selalu mengingatkan masyarakat berhati-hati memilih travel agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi persoalan seperti ini tetap saja terjadi. Gunakan travel yang sudah mempunyai izin resmi. Kalau masih ragu tanyakan ke bagian haji Kemenag,” tegas dia kepada BPost, Selasa (2/4).

Saat dikonfirmasi, Branch Manager Travel Borgo Kelana Tour Cabang Banjarmasin, Muin mengatakan, mereka sedang dalam proses mendapatkan izin.

“Perizinan kan tidak bisa langsung keluar, instan. Tentu butuh proses serta survei dari Dirjen Haji Kemenag. Sudah kami ajukan dan saat ini lagi proses. Rekomendasi sudah turun. Status kami di Banjarmasin, masih konsorsium dengan Travel Borgo Kelana Tour Jakarta,” katanya.

Di Palangkaraya, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Kalteng Ubaidillah Ahmad memperkirakan biro umrah di Kalteng hanyalah kepanjangan tangan (cabang).

Secara administrasi, perizinan perusahaan pemberangkatan umrah dikeluarkan Kemenag Pusat. Karena itu, mereka mengaku kesulitan menjatuhkan sanksi kepada pengelolanya jika ada jemaah umrah yang mengaku ditelantarkan.    

Kantor pusat perusahaan itu di kawasan Cilandak Barat, Jakarta sementara kantor cabang di Banjarmasin, berupa ruko (rumah toko) di kawasan Jalan Adyaksa.

Kantor itu cukup megah. Bagi tamu, harus membuka sepatu atau sandal yang dipakai. Lantai kantor beralas karpet cukup empuk. Di lobi kantor, juga tersedia kursi khusus pijat, serta beberapa koper jemaah. Sejumlah pekerja enggan berkomentar. Mereka meminta konfirmasi langsung ke Muin. (kur/ami/jd)



Penyelenggara Ibadah Umrah dan Haji Khusus
(PIHK) di Kalsel
- PT Idah Roes
- PT Kaltrabu Indah
- PT Namira Amalia Utama
- PT Pancar Ni’mah
- PT Riyal Tunggal
- PT Salfany Safanusa
- PT Surya Dharma
- PT Travelindo Lusiyana (Perwakilan)

Syarat Urus Izin Travel Umrah dan Haji Khusus
- Berpengalaman menangani Biro Perjalanan Wisata
- Punya Sekretariat
- Punya struktur organisasi.
- Mengajukan penyelenggaraan ibadah haji dan umarah
- Mendapat izin pengelolaan dari pusat

Tips Pilih Travel
- Pilihlah travel yang resmi dan ada izin dari Kementerian Agama supaya penyelenggaraannya resmi
- Cek izin penyelenggaraannya apakah statusnya berkantor pusat di Kalsel atau luar daerah
Sumber: Kanwil Kemenag Kalsel
Editor: Edibpost
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
141312 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas