• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Banjarmasin Post

Oknum Kopassus Jangan Dipuji

Selasa, 9 April 2013 06:48 WITA
BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sejak Kamis (4/4), pengguna jejaring sosial Facebook membentuk grup Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Kopasus. Hingga tadi malam, anggotanya sudah mencapai 1.400 orang lebih.

Grup itu memberikan dukungan kepada 11 oknum anggota Grup 2 Kopassus Kertasura, Kandang Menjangan yang membunuh empat tahan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Gerakan serupa juga dilakukan masyarakat Yogyakarta, Minggu (7/4). Mereka menggelar aksi simpati kepada anggota Kopassus tersebut dengan cara membawa spanduk bertuliskan, “Rakyat-TNI Bersatu Berantas Preman dan Preman Berkedok Agama”, “Terimakasih Kopassus, Yogya Aman Preman Meninggal”, “Preman Itu Pengecut Yang Tak Berperasaan.”

Massa juga menggalang dukungan pengumpulan koin yang rencananya akan diserahkan kepada keluarga Sertu Heru Santosa. Koordinator aksi, Hutomo mengatakan, warga berharap hukum ditegakkan sehingga preman tidak berkeliaran bebas.

Munculnya gerakan-gerakan seperti ini, membuat Komnas HAM geram. Mereka pun meminta masyarakat dan pejabat terkait tik memuji oknum Kopassus tersebut.

“Kalau perbuatan seperti itu mendapat pujian, negara sudah kacau balau,” kata Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laela, Senin (8/4).

Kata Siti, seharusnya masyarakat maupun purnawirawan TNI, tidak memberikan pujian terhadap oknum Kopassus tersebut. Pujian itu membuktikan tidak adanya kepercayaan terhadap hukum.
“Seharusnya prajurit itu membela negara, patuh UU bukan alasan membela korps,” ujar Siti.

Menurut Siti, akan terjadi krisis di masyarakat jika hukum sudah tidak mendapat kepercayaan. “Kalau hukum sudah tidak dipercaya lagi, terjadi krisis di masyarakat, yang harus dibenahi proses penegakkan hukum,” ungkap Siti.

Kekecewaan masyarakat muncul pascapernyataan Komnas HAM yang dinilai lebih menyudutkan ke-11 anggota Kopassus dibandingkan aksi premanisme keempat tanahan Lapas Cebongan.

Siti dinilai sama sekali tidak pernah menyatakan rasa empatinya terhadap dua korban mantan anggota Kopassus yang dibunuh dan dibacok secara brutal oleh empat pelaku. Apalagi, salah satu istri almarhum Kopassus, Serka Santoso, sedang hamil 8 bulan.

Pada akun resmi Twitter Komnas HAM, @Komnasham, pun mengicaukan, “Premanisme tak Masuk Wilayah Komnas HAM”.

Akibatnya, sejumlah celaan dan hujatan pun memenuhi akun Twitter mereka. “Mungkin komnasHAM itu kumpulan preman, jadi gak terima klo ada preman dimatiin,” kicau @yanuuuar. (day/bis/mtv)
Editor: Edibpost
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
144551 articles 13 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas