Senin, 2 Februari 2015

Oknum Kopassus Jangan Dipuji

Selasa, 9 April 2013 06:48 WITA

Grup itu memberikan dukungan kepada 11 oknum anggota Grup 2 Kopassus Kertasura, Kandang Menjangan yang membunuh empat tahan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Gerakan serupa juga dilakukan masyarakat Yogyakarta, Minggu (7/4). Mereka menggelar aksi simpati kepada anggota Kopassus tersebut dengan cara membawa spanduk bertuliskan, “Rakyat-TNI Bersatu Berantas Preman dan Preman Berkedok Agama”, “Terimakasih Kopassus, Yogya Aman Preman Meninggal”, “Preman Itu Pengecut Yang Tak Berperasaan.”

Massa juga menggalang dukungan pengumpulan koin yang rencananya akan diserahkan kepada keluarga Sertu Heru Santosa. Koordinator aksi, Hutomo mengatakan, warga berharap hukum ditegakkan sehingga preman tidak berkeliaran bebas.

Munculnya gerakan-gerakan seperti ini, membuat Komnas HAM geram. Mereka pun meminta masyarakat dan pejabat terkait tik memuji oknum Kopassus tersebut.

“Kalau perbuatan seperti itu mendapat pujian, negara sudah kacau balau,” kata Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laela, Senin (8/4).

Kata Siti, seharusnya masyarakat maupun purnawirawan TNI, tidak memberikan pujian terhadap oknum Kopassus tersebut. Pujian itu membuktikan tidak adanya kepercayaan terhadap hukum.
“Seharusnya prajurit itu membela negara, patuh UU bukan alasan membela korps,” ujar Siti.

Menurut Siti, akan terjadi krisis di masyarakat jika hukum sudah tidak mendapat kepercayaan. “Kalau hukum sudah tidak dipercaya lagi, terjadi krisis di masyarakat, yang harus dibenahi proses penegakkan hukum,” ungkap Siti.

Halaman12
Editor: Edibpost
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas