• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Banjarmasin Post

Sungai Overload

Selasa, 9 April 2013 08:55 WITA
Sungai Overload
ibrahim ashabirin/bpost online
Banjir di Kabupaten Tapin
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Rasa terkejut dirasakan Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Barito Kalsel Sigit Pudjosetiono yang tengah ikuti rapat di Jakarta. Saat mengetahui banjir terjadi di berbagai tempat di Kalsel.

Dia pun langsung memerinahkan Kepala Seksi Evaluasi Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS) Barito Kalsel, Ramliyadi melakukan analisa. Pada intinya, Ramliadi mengatakan jika hujan deras kembali mengguyur maka diprediksi banjir akan lebih dahsyat.

“Selain karena hujan deras, kondisi sebagian DAS dan lingkungan sekitar memprihatinkan akibat eksploitasi. Hujan semalam melebihi batas, diperparah kondisi DAS setempat yang overload,” beber Ramliyadi, Senin (8/4).

Dia menyebut di Barabai ada dua sungai besar yang mengalir yakni Sungai Batangalai dan Sungai Barabai dengan posisi hulu di Hantakan. Padahal, kedua sungai itu kondisinya relatif masih bagus dibanding aliran sungai lainnya.

“Namun, tanah sudah tidak bisa lagi menyerap sehingga air permukaan yang mengalir deras ke sungai meluber. Ditambah hujan yang terjadi semalam sudah luar biasa sehingga dua sungai itu tak lagi mampu menampung air,” katanya.

Sementara di Tanjung ada Sungai Tabalong kiri dan Sungai Tabalong kanan. “Kondisinya sudah buruk di daerah hulu karena banyak eksploitasi alam dan tambang,” ucapnya.

Di Tapin dia menganalisa ada sungai yang hulunya di Kecamatan Piani. Kondisi lingkungan setempat rusak karena tambang dan pertambangan liar yang menyebar di antaranya yang luasan 1-2 hektare. “Itu yang mengolah rusak,” tegas Ramliyadi.

Sedangkan di Tanahlaut, Ramliyadi menilai kondisi Sungai Tabunio sudah memprihatinkan, karena rusaknya lingkungan. “Kondisinya parah. Tanah sudah jenuh, bila terjadi lagi hujan deras seperti semalam, kemungkinan kembali meluap dan banjir berikutnya sangat berpeluang,” pungkasnya.

Tekanan Rendah

Cucu Kusmayancu, Forecaster Stasiun Metrologi dan Klimatologi mengatakan, wilayah Kalimantan menjadi kawasan sangat mudah terpengaruh terhadap pergerakan angin di wilayah Indonesia. Hujan yang terjadi sepanjang hari, kemarin, di antaranya disebabkan terjadinya tekanan rendah di kawasan Jawa Timur dan Bali.

Curah hujan yang turun, terkategori sedang dengan intensitas hujan 40 mm/hari. Penyebab hujan yang merata di wilayah Kalsel karena adanya tekanan rendah di wilayah Jawa Timur hingga Bali.

Tekanan rendah, sebut Cucu, menyebabkan angin dari wilayah baratlaut dan utara tertarik ke arah Jawa Timur dan Bali. Angin itu dari arah Laut China melewati Kalimantan. Pergerakan angin dari arah baratlaut dan utara yang melewati Kalimantan memicu pertumbuhan awan konvektif atau awan yang menyebabkan turunnya hujan.

“Oleh sebab itulah hujan kemarin merata dari Kalteng, Kalbar dan juga Kalsel. Saat ini, tekanan rendah tersebut sudah bergerak ke Nusa Tenggara,” terang Cucu. (kur/wid)
Editor: Edibpost
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas