Senin, 24 November 2014
Banjarmasin Post

Jemaah Umrah Sita Aset Travel

Rabu, 24 April 2013 06:49 WITA

Jemaah Umrah Sita Aset Travel
BANJARMASIN POST GROUP/M HASBY S
JEMAAH yang kecewa melakukan aksi penyitaan barang-barang milik perusahaan travel, Selasa (23/4).
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketidakjelasan pemberangkatan jemaah umrah oleh pengelola PT  Kelana Tour dan Travel, ternyata belum terselesaikan. Belasan orang mendatangi kantor cabang perusahaan itu di kawasan Jalan Adyaksa, Banjarmasin, Selasa (22/4).

Mereka menanyakan kepastian keberangkatan umrah ke Tanah Suci.

Karena kembali tidak mendapat kepastian, apalagi kepala cabang, H Abdul Muin tidak berada di kantor, massa terpantik emosinya. Mereka menyita beberapa barang milik kantor sebagai bentuk jaminan karena sudah menyetor uang.

Bahkan ada seorang anggota jemaah, Timah yang hendak ‘membawa’ sepeda motor. Namun, seorang perempuan yang mengaku istri Muin, Anis berusaha mencegahnya karena sepeda motor itu digunakan untuk antar-jemput sekolah anaknya. Perdebatan pun terjadi. Timah mengatakan telah menyetorkan uang sebesar Rp 14.800.000 pada Oktober 2012. Dia dijanjikan berangkat pada 26 Maret 2013. Tetapi, hingga kini belum ada kepastian berangkat. Akhirnya, Timah bersedia mengurungkan niatnya setelah Anis memberi jaminan.

Seperti diwartakan BPost, pada awal bulan ini, puluhan orang dari Kalsel dan Kalteng mengaku ditelantarkan oleh perusahaan itu, di Jakarta. Mereka tidak kunjung diberangkatkan umrah. Sebaliknya, janji pemberangkatan terus diberikan.

Kepada koran ini dari Medan, Sumut,  Direktur Utama PT Borgo Kelana Tour dan Travel,  H Abu Bakar Borgo beralasan kejadian tersebut dikarenakan kolapsnya maskapai penerbangan Batavia Air.

“Kami sudah telanjur mem-booking menggunakan harga promosi, ternyata mereka kolaps. Kami terpaksa menggunakan maskapai lain dengan tarif lebih mahal. Meski tidak bersamaan, kami akan memberangkatkan jemaah. Bagi yang membatalkan, kami kembalikan utuh,” janji dia saat itu.  

Nasib tragis dialami Hairuddin. Pasalnya, dia mengoordinasi 120 orang. Dia melakukan itu karena ada program mengajak 30 orang, gratis satu orang. “Jemaah seharusnya ada  yang berangkat Maret bahkan Februari, ternyata sampai sekarang tidak ada yang berangkat. Karena itu saya ajak mereka ke kantor ini,” ucap dia.

Ya, di kantor cabang itu, jemaah meluapkan emosinya. Seperti yang dilakukan Syahran. Dia menyita televisi dan dua lembar ambal. Menurut dia, tindakan itu sudah sepersetujuan Anis.

Sayang, saat dikonfirmasi Anis enggan berkomentar. Dia hanya menjanjikan uang jemaah segera dikembalikan.

Informasi lain menyebutkan kantor cabang perusahaan itu di Jakarta juga ‘diduduki’ jemaah.  Menurut seorang anggota jemaah, Heni Elyanti, sebanyak 217 orang sejak 7 April 2013 berada di kantor tersebut. “Kami menempati kantor sampai ada kepastian. Mereka kembali janji pada 15 Mei 2013. Jika tidak berangkat kami akan  melapor ke polisi,” katanya lewat telepon.

Menyikapi permasalahan tersebut, Kepala Kanwil Kalsel, H Abdul Halim H Ahmad kembali mengingatkan warga agar berhati-hati memilih travel yang berjanji bisa memberangkatkan umrah dan haji. Berkali-kali pihaknya menghimbau melalui media massa, agar selektif.

Ditegaskan dia, baru 11 travel yang sudah terdaftar di Kanwil Kemenag Kalsel sebagai penyelenggara umrah dan haji. Jika masyarakat ragu terhadap suatu travel, bisa menanyakan ke Kanwil Kemenag.

Sementara Kapolresta Banjarmasin, Kombes Suharyono meminta para korban segera melaporkan ke polisi guna pendataan jumlah kerugian. Dia pun menyerukan jemaah tidak bertindak anarkistis. (has)
Editor: Halmien

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas