Narkoba Kalsel Menginternasional?

MENGEJUTKAN sekaligus membuat miris. Seperti diberitakan Banjarmasin Post Kamis (25/4), jaringan peredaran

Tayang:
Editor: Dheny Irwan Saputra

MENGEJUTKAN sekaligus membuat miris. Seperti diberitakan Banjarmasin Post Kamis (25/4), jaringan peredaran narkoba Malaysia sudah merambah wilayah Kalsel.

Kalau benar jaringan sindikat narkoba Malaysia sudah merasuk ke sendi-sendi kehidupan di Kalsel, ini menjadi alamat sangat berbahaya bagi urang Banua. Semoga hal itu tidak berarti jaringan narkotika di Kalsel sudah masuk dalam jaringan internasional.

Pasalnya, fenomena gunung es pada kasus narkoba menunjukkan peredarannya masih puluhan kali lipat lebih luas daripada jaringan yang berhasil diungkap aparat.

Menghadapi kondisi demikian, meningkatkan kewaspadaan dan menjauhkan orang-orang terdekat kita dari bahaya narkoba, menjadi salah alternatifnya. Termasuk lebih memperdalam ajaran agama bagi mereka.

Tentu, tindakan peduli terhadap lingkungan di sekitar kita terhadap keberadaan pendatang baru harus juga turut ditingkatkan. Tak hanya mengantisipasi peredaran narkoba, keberadaan para teroris pun bakal turut terpantau.

Selanjutnya, tugas aparat keamanan lah untuk mengantipasi peredaran narkoba secara lebih luas, karena pertaruhannya adalah generasi penerus di Kalsel bakal terancam masa depannya.

Narkoba secara umum sudah diketahui bakal menggerogoti kesehatan fisik dan mental penggunanya. Untuk jangka panjang, jelas akan membuat para penggunanya menjadi orang tak berguna.

Apa jadinya Kalsel tanpa orang-orang muda yang bisa diandalkan mengelola Banua agar menjadi lebih baik. Semangat “Hidup Sehat Tanpa Narkoba” harus terus digalakkan, terutama bagi kalangan generasi muda.

Memang, ada Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kalsle yang ditugaskan sebagai garda terdepan memerangi narkoba di Banua. Tapi tentu kita tak bisa terlalu berharap banyak pada mereka.

Keterlibatan para orangtua, saudara, atau keluarga terdekat lah yang bisa menghindarkan generasi muda kita dari bahaya narkoba. Suasana rumah yang tak lagi menyenangkan, bisa menjadi pemicu sebagian penghuninya lari ke narkotika.

Tentu, generasi muda sangat perlu tokoh yang bisa menjadi teladan mereka saat bertindak. Tak perlu mengandalkan para tokoh nasional yang sebagian besar nasionalisme mereka kini dipertanyakan.

Sosok orangtua lah yang seharusnya menjadi teladan anak-anak mereka. Sikap tegas dan kasih sayang yang diberikan para orangtua, akan lebih berarti dari pada idola atau tokoh nasional yang sering muncul di televisi.

Artis idola, bahkan tokoh nasional, yang diberitakan terlibat masalah merupakan teladan buruk bagi generasi muda di Indonesia. Khususnya bagi remaja di Kalsel.

Perilaku idola dan tokoh nasional yang telah ‘rusak’, bahkan terlibat berbagai kasus kriminal, tentu tak layak diharapkan sebagai teladan bagi generasi muda kita.

Akan lebih baik, proteksi terhadap perilaku menyimpang terhadap para idola dan tokoh negatif itu dilakukan sejak dari dalam rumah. Peran orangtua dan saudara, sangat perlu untuk memberikan rasa kalau rumah mereka lah tempat terbaik di dunia ini.

Berbagai cara bisa dilakukan. Mulai lebih banyak mengajak mereka sekadang bertukar pikiran, hingga membawa suasana diskusi seputar kondisi lingkungan, daerah, atau nasib negeri ini sekarang.

Tentu pembicaraan itu juga mengenai bahaya narkoba bagi para generasi muda, bagaimana cara mencegah dan menghindarinya, sampai memberikan bantuan konseling bagi teman-teman meraka yang sudah terjerumus. Keterbukaan antara keluarga dan mereka menjadi kunci utamanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved