Three Musketeers
THREE Musketeers Barcelona, Andres Iniesta, Lionel Messi, dan Xavi Hernandez akan berpengaruh besar menentukan asa Barcelona untuk lolos
Seperti halnya tiga pendekar legenda yang selalu menggunakan semboyan “One For All, All For One”, ketiganya akan berjuang habis-habisan untuk membalikkan keadaan saat meladeni Bayern Muenchen pada laga leg kedua semifinal Champions di Stadion Camp Nou, Kamis (2/5) dini hari.
Barcelona butuh keajaiban untuk bisa mele wati adangan raksasa Jerman itu setelah pada leg pertama lalu porak poranda dengan kekalahan 0-4.
Untuk bisa lolos, Barca harus bisa menang 5-0, atau paling tidak membalas dengan skor yang sama untuk memaksakan perpanjangan waktu hingga adu penalti.
Mungkinkah itu terjadi? Messi yang selalu jadi inspirasi kebangkitan Barcelona menyebut tak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Apalagi pemain mungil asal Argentina sudah berkali-kali menghadirkan keajaiban buat Blaugrana.
“Bawalah Bayern Muenchen kemari! Kami akan membalikkan keadaan. Kami yakin bisa melakukannya,” kata Messi seperti dilansir sport.es, Selasa (30/4).
Kali ini keajaiban dari El Messiah memang benar-benar dinanti. Tapi Messi dipastikan takkan bisa menciptakan keajaiban tanpa adanya dukungan dari dua rekannya, Xavi dan Iniesta.
Seperti yang terjadi pada laga leg pertama di Allianz Arena pekan lalu, Messi kehilangan inspirasi saat dua gelandang kreatif Barca itu mati kutu. Maka dibutuhkan koneksi kuat antarketiganya untuk menciptakan sebuah keajaiban.
Xavi dan Iniesta sangat frustasi saat melawan Muenchen di leg pertama lalu. Dua maestro lini tengah itu gagal memberikan umpan-umpan matang yang jadi kegemaran Messi. Di satu sisi Si Kutu pun terlihat mati kutu terlepas dari kondisi fisiknya yang saat itu kurang fit dan cenderung memaksakan diri.
Namun kali ini tak ada lagi alasan buat Messi. Dia sudah berada dalam kondisi fresh 100persen. Artinya pemain mungil asal Argentina itu berada dalam kondisi siap tempur untuk kembali membawa Barca ke jalur kemenangan.
Dalam situasi harus mengejar defisit empat gol, Barcelona juga tak boleh melupakan aspek pertahanan.
Sayangnya di sektor pertahanan Barca masih bermasalah dengan absennya Carles Puyol.
Adriano mungkin pilihan paling pas, dibandingkan Marc Bartra yang kurang punya jam terbang. (tribunnews/cen)