Serem dan Underground Banget Ya ....
Liputan khusus BPost tentang munculnya model-model amatir –tidak sedikit di antaranya masih siswi dan mahasiswi– yang bersedia difoto dalam
Bagi komunitas model profesional, aksi para model amatiran yang melakukan pornoaksi, bisa mencoreng citra mereka. Seperti yang dikatakan Galuh Kalsel 2011, Neneng Putri Sari Ramadan (Puput). Dia mengakui keberanian model amatir itu adalah hak yang bersangkutan. Tetapi dia mengingatkan kesuksesan bisa diraih tanpa harus melakukan aksi yang meneras etika dan moral itu.
“Berbicara tentang model nude berkait banyak elemen. Di antaranya, seni, profesionalitas, atau sekadar iseng baik komersial maupun nonkomersial. Untuk sukses memang perlu keberanian tetapi kesuksesan tidak harus dicapai melalui cara seperti itu,” kata dia, kemarin.
Model profesional dari Banjarmasin, Myra juga mengatakan foto nude itu tidak bisa sembarangan.
“Buat teman-teman model yang masih baru, jangan sembarangan melakukan foto nude, risikonya besar. Berkaitan dengan image dan reputasi. Pasti jelek nantinya tapi ya tergantung pribadi masing-masing. Orang kan punya persepsi masing-masing,” ucapnya.
Sementara Putri Sasirangan 2011 Yusfina Utami, justru mengaku sangat terkejut saat membaca liputan tersebut.
“Ternyata ada juga di Banjarmasin yang sengaja hunting buat foto begituan. Saya kira cuma ada di kota besar. Agak serem dan underground banget kesannya. Prihatin juga,” ujarnya.
Berdasar pantauan, begitu liputan itu dipublikasikan, banyak akun di jejaring sosial seperti facebook dan twitter hingga instagram dan forum online, yang men-sharing dan membahas permasalahan tersebut.
“Teman-temanku yang berprofesi sebagai model dan fotografer ramai membicarakannya secara online. Ya, mereka menilai liputan itu nenjadi alat kontrol agar tidak kebablasan,” ucap seorang fotografer Banjarmasin, Kaspul Anwar. (kur)